Tunggu Umur Beton 28 Hari, Jembatan Desa Duren Baru Bisa Dilewati Mobil
Daniel Ari Purnomo June 07, 2026 06:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KABUPATEN SEMARANG - Setelah sempat memutus akses utama warga selama lebih dari dua bulan akibat hantaman longsor, jembatan penghubung Desa Duren dan Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang kini telah selesai diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Semarang.

Proyek fisik yang dikerjakan selama 75 hari tersebut ditargetkan dapat mulai dilalui kendaraan roda empat secara normal pada 15 Juni mendatang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan, jembatan tersebut merupakan jalur vital yang selama ini menopang kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat Desa Duren.

Baca juga: Wisata Viral di Kabupaten Semarang: Kali Pangus Tawarkan Kesegeran Air Sungai dan Panoarama Alam

Karena fungsinya yang sangat penting, pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat untuk membangun kembali jembatan yang ambrol sekitar 2,5 bulan lalu itu.

"Jembatan ini menghubungkan Desa Duren dan Pledokan. Ini salah satu jalur vital untuk aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga kami segera melakukan penanganan dan pembangunan kembali," tutur Alex saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

Alex menyebutkan, sebelumnya warga bersama jajaran pemerintah sempat membuat jembatan darurat agar mobilitas masyarakat setempat tetap berjalan. Selama proses pembangunan, arus lalu lintas melalui jalur sementara hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Kini, jembatan baru tersebut segera difungsikan secara penuh untuk menunjang aktivitas warga sekitar.

"Sekarang memang sudah bisa dilewati tapi masih terbatas roda dua. Nanti bisa dilewati roda empat mulai 15 Juni atau genap 28 hari setelah selesai pengecoran karena menunggu umur beton matang," jelas Alex menambahkan rincian teknis.

Adapun proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Duren dan Desa Pledokan ini diketahui menggunakan kucuran dana tanggap darurat dari pos belanja tidak terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Semarang dengan nominal mencapai Rp640,7 juta.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penting yang menghubungkan pergerakan masyarakat dengan pusat kecamatan, sehingga perbaikannya menjadi prioritas utama pemerintah.

"Jembatan ini sangat diperlukan masyarakat. Karena menjadi akses utama menuju kecamatan, kami segera menindaklanjuti pembangunan agar aktivitas warga kembali normal," katanya.

Selain jembatan utama di Desa Duren, tambah Ngesti, pemerintah daerah juga melakukan berbagai penanganan terhadap kerusakan infrastruktur lain yang terdampak bencana alam di desa tersebut, mulai dari perbaikan talud longsor hingga pengaspalan jalan yang amblas.

"Untuk kerusakan dengan nilai besar, kami mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," katanya memaparkan strategi pembiayaan ke depan.

Merespons rampungnya proyek ini, Kepala Desa Duren, Eko Sudarmo, turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Semarang beserta seluruh pihak yang terlibat aktif dalam upaya percepatan pembangunan jembatan tersebut.

"Keberadaan jembatan sangat dinantikan warga karena menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, sekolah maupun kegiatan ekonomi," katanya bersyukur. (eyf)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.