Lestarikan Tradisi, CSR SKK Migas - PetroChina Bawa Songket Mak De ke Panggung Kenegaraan
Tommy Kurniawan June 07, 2026 07:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Produk kerajinan tradisional khas Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat kini semakin mendapat tempat di panggung terhormat. Salah satu kisah sukses yang mencuri perhatian datang dari usaha tenun Songket Mak De yang berlokasi di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat. 

Di balik keindahan kain tenun tersebut, ada sosok Nurfidah, perajin tangguh yang akrab disapa Mak De. Sempat berjalan dengan berbagai keterbatasan, kini kualitas dan kapasitas produksi Songket Mak De melonjak drastis berkat program Pelibatan dan pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) UMKM SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd.

Sebelum mendapatkan pembinaan, perajin di rumah tenun Songket Mak De kerap menghadapi kendala klasik UMKM, seperti keterbatasan alat tenun, pasokan bahan baku, hingga teknik pemasaran. Namun, kehadiran program CSR PetroChina membawa angin segar. 

Perusahaan hulu migas ini memberikan bantuan komprehensif, mulai dari peningkatan sarana prasarana produksi, penyediaan bahan baku berkualitas, hingga pelatihan intensif untuk meningkatkan mutu tenunan.

Melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) atau CSR, PetroChina memberikan bantuan komprehensif berupa infrastruktur, peralatan, hingga peningkatan kapasitas SDM. Bantuan fisik yang diserahkan meliputi pembangunan rumah produksi, 2 unit alat tenun, 1 unit mesin jahit, serta sarana promosi berupa 2 unit lemari etalase dan 2 unit gantungan pajangan kain. 

Untuk mendukung proses produksi, diserahkan pula bahan baku berupa 34 rol benang sutra, 34 rol katun, 10 bungkus benang emas, dan 3 bungkus pewarna benang. Tidak hanya material, PetroChina juga memfasilitasi sertifikasi resmi bagi Mak De sebagai perajin kain tenun songket setelah berhasil menyelesaikan pelatihan intensif di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta.

Baca juga: Sengketa Batas Wilayah Muaro Jambi-Batang Hari Segera Berakhir

Dukungan penuh PetroChina melalui program PPM/CSR ini mencakup pemenuhan kebutuhan produksi dari hulu ke hilir, dengan rincian sebagai berikut:

Fasilitas & Peralatan: 1 unit rumah produksi, 2 unit alat tenun, dan 1 unit mesin jahit.

Bahan Baku Berkualitas: 34 rol benang sutra, 34 rol benang katun, 10 bungkus benang emas, serta 3 bungkus pewarna benang.

Sarana Pemasaran: 2 unit lemari etalase dan 2 unit gantungan pajangan kain untuk memamerkan hasil kerajinan.

Pengembangan SDM: Sertifikasi profesi untuk Mak De yang diterbitkan setelah menuntaskan pelatihan kompetensi di Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta.

Hasilnya pun sangat nyata. "Alhamdulillah, sejak dibantu oleh CSR PetroChina, kapasitas produksi kami meningkat pesat. Tidak hanya itu, kualitas benang dan kerapihan motif kain songket kami juga semakin baik dan halus," ujar Mak De dengan nada penuh rasa syukur.

Peningkatan kualitas yang signifikan ini langsung memikat pasar yang lebih luas. Menariknya, kain Songket Mak De kini tidak lagi sekadar menjadi pajangan atau buah tangan biasa. Keindahan motif dan mutunya yang tinggi membuat kain tenun dari Desa Serdang Jaya ini sering dipilih dan digunakan dalam berbagai acara adat besar serta upacara kenegaraan resmi di tingkat Kabupaten Tanjab Barat.

Keberhasilan Songket Mak De menembus acara-acara sakral pemerintahan membuktikan bahwa komitmen CSR PetroChina berhasil mengubah kerajinan lokal menjadi produk unggulan yang bernilai estetik dan ekonomi tinggi. Program ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara industri hulu migas dan masyarakat sekitar dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Yanti, Salah satu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengaku keberadaan perajin songket lokal tersebut sangat membantu. Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, ASN kini tidak perlu lagi mencari produk songket hingga ke luar daerah karena kualitas yang ditawarkan Songket Mak De sudah mampu memenuhi kebutuhan berbagai acara pemerintahan.

“Ya, kami merasa terbantu dengan adanya Songket Mak De. Jadi tidak perlu jauh-jauh lagi mencari songket untuk kebutuhan kegiatan resmi maupun acara daerah,” kata Yanti saat ditemui.

Ia menilai produk yang dihasilkan Songket Mak De memiliki kualitas yang baik serta mampu bersaing dengan produk songket dari daerah lain. Karena itu, tidak sedikit instansi pemerintah maupun ASN yang memilih menggunakan produk tersebut untuk berbagai kegiatan resmi.

Menurut Yanti, Songket Mak De juga kerap menerima pesanan dalam jumlah cukup besar saat penyelenggaraan agenda penting pemerintah daerah, termasuk peringatan hari jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan kegiatan seremonial lainnya.

“Beberapa kali saat kegiatan ulang tahun pemerintah daerah maupun acara resmi lainnya, pemesanan songket sering dilakukan di Songket Mak De karena kualitasnya memang bagus,” ujarnya.

Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, keberadaan usaha tenun tersebut juga dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Usaha yang berkembang mampu membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga perajin di wilayah tersebut.

Yanti juga mengapresiasi dukungan yang diberikan PetroChina International Jabung Ltd. kepada pelaku UMKM lokal, termasuk Songket Mak De. Menurutnya, bantuan yang diberikan perusahaan melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat disekitar wilayah operasinya.

“Kami berterima kasih kepada PetroChina yang sudah banyak membantu masyarakat. Dampaknya sangat positif, terutama bagi pelaku UMKM yang kini bisa berkembang dan semakin dikenal,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.