Mereka yang lolos masuk dalam Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos dan direkrut berdasarkan penjangkauan pemerintah, bukan pendaftaran terbuka

Tabanan (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melaporkan langsung perkembangan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, ke Presiden Prabowo Subianto.

“Ini namanya SRMP 17 Tabanan, sudah ada perkembangan-perkembangan luar biasa, siswa lebih disiplin, punya karakter, tertib, dan orang tuanya semuanya merasa bangga dan mereka ingin mereka bisa meneruskan pendidikannya,” kata Mensos di Tabanan, Minggu.

Kepada Presiden Prabowo, Gus Ipul, sapaannya terlebih dahulu menjelaskan bahwa terdapat tiga rombongan belajar jenjang SMP di SRMP 17 Tabanan.

Hingga saat ini setidaknya sebanyak 74 peserta didik sudah ikut proses pembelajaran selama 11 bulan dan perkembangannya positif.

Di Sekolah Rakyat itu sendiri, Mensos memastikan tidak sembarang siswa bisa masuk, mereka yang lolos masuk dalam Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos dan direkrut berdasarkan penjangkauan pemerintah, bukan pendaftaran terbuka.

Contohnya, kata dia, di antara para siswa terdapat anak yang putus sekolah, dan akhirnya bisa melanjutkan kembali pendidikan dengan adanya sekolah di pusat kota Tabanan tersebut.

“Jika tidak ada di sana (DTKS), maka akan dilakukan pemutakhiran, dilakukan pemeriksaan, karena di sini dilarang untuk suap-menyuap, tidak boleh ada membayar, tidak boleh ada titipan dari siapa pun, ini sudah kami sampaikan kepada para pendamping, pemda yang turut terlibat dalam penjangkauan siswa Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Selain perkembangan peserta didik, Gus Ipul juga melaporkan fasilitas di Sekolah Rakyat, dimana telah dibangun asrama, ruang kelas, ruang makan, aula, laboratorium, dan perpustakaan, serta didukung proses pembelajaran menggunakan laptop dan gawai.

“Semuanya ini adalah sesuai dengan arahan Bapak Presiden, yang tidak boleh terjadi adalah perundungan atau bullying, kekerasan fisik dan seksual, dan yang terakhir adalah intoleransi, ini dilarang keras, pelakunya akan kami tindak tegas dan pada saat itu pula akan kami berhentikan,” tuturnya.

Untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih baik di SRMP 17 Tabanan, karena ini merupakan sekolah rakyat rintisan maka Kemensos akan menyelesaikan pembangunan gedung permanen.

Namun, lokasinya bukan di Tabanan melainkan Karangasem, di mana nantinya akan dialokasikan 270 siswa dan sekarang sudah lebih dari 400 peserta yang terjangkau.

“Untuk SMP dan SMA sudah melebihi kapasitas, melebihi alokasi, sementara yang SD masih sedang dalam berproses, ini proses pembangunannya (Sekolah Rakyat di Karangasem) oleh Kementerian PU sudah mencapai hampir 80 persen,” tutupnya.