TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiagakan lima unit bus sekolah untuk melayani antar jemput siswa di sejumlah wilayah yang masih minim layanan transportasi umum reguler.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, mengatakan bus-bus tersebut ditempatkan langsung di sekolah penerima manfaat dan digunakan untuk mendukung akses pendidikan bagi para pelajar.
Program layanan ini sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun sebelumnya.
Menurut Sagita, program ini ditujukan untuk membantu siswa agar dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih mudah, terutama di daerah yang belum terjangkau angkutan umum.
"Ada lima bus yang tersebar di sejumlah sekolah yang ada di Provinsi Gorontalo," kata Sagita, Minggu (7/5/2026).
Ia menjelaskan, bus sekolah tersebut pada dasarnya diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK.
Namun dalam pelaksanaannya, layanan itu juga dapat dimanfaatkan oleh siswa jenjang lain maupun masyarakat yang berada pada jalur yang sama.
Bus sekolah tersebut mengangkut siswa menuju sekolah masing-masing.
"Ini untuk mendukung anak-anak bersekolah, khususnya untuk daerah yang tidak ada bus reguler," ujarnya.
Lima sekolah yang mendapatkan fasilitas bus sekolah itu yakni SMA Negeri 1 Bone di Kabupaten Bone Bolango, SMA Negeri 1 Biluhu di Kabupaten Gorontalo, SMA Negeri 4 Gorontalo Utara, SMK Negeri 1 Wanggarasi, dan SMK Negeri 1 Taluditi di Kabupaten Pohuwato.
Baca juga: Ratusan Warga Padati Festival UMKM Street Food Jilid II di Kota Gorontalo
Bus-bus tersebut bahkan ditempatkan dan menginap di lingkungan sekolah agar lebih mudah dioperasikan setiap hari.
Adapun rute perjalanan telah ditetapkan dengan tujuan utama mengantar siswa menuju sekolah.
Meski demikian, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo akan terus melakukan evaluasi terhadap tingkat pemanfaatan armada tersebut.
Sagita menegaskan keberadaan bus sekolah harus benar-benar dimanfaatkan oleh siswa sesuai tujuan program.
"Sekolah-sekolah ini juga tentu kita akan evaluasi," katanya.
Evaluasi dilakukan dengan melihat jumlah pengguna setiap hari.
Jika tingkat keterisian rendah dan pemanfaatannya tidak maksimal, maka armada berpotensi dialihkan ke sekolah lain yang lebih membutuhkan.
Karena itu, pihak sekolah juga diminta ikut bertanggung jawab memastikan layanan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa.
"Jika memang penggunaannya tidak maksimal, maka kita pindahkan ke sekolah lain," tegas Sagita.
Ia menambahkan, total bantuan yang diterima dari Kementerian Perhubungan berjumlah 10 unit bus.
Dari jumlah tersebut, lima unit dialokasikan untuk bus sekolah, sementara lima unit lainnya digunakan untuk layanan angkutan aglomerasi perkotaan BRT yang bekerja sama dengan perusahaan angkutan umum DAMRI.
Untuk mendukung operasional, Pemerintah Provinsi Gorontalo menanggung seluruh kebutuhan utama armada yang ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut, mulai dari pengemudi, bahan bakar hingga perawatan suku cadang.
"Untuk supirsopiran bakar dan suku cadangnya kita yang tanggung," pungkasnya. (*)