TRIBUN-SULBAR.COM - Gara-gara negaranya perang dengan Amerika Serikat dan Israel, Timmnas Iran yang akan berlaga di Piala Dunia 2026, dilarang menginap di Amerika Serikat, meski visa para pemain dan tim pelatih mereka sudah keluar.
Mereka diminta harus memasuki dan meninggalkan wilayah Amerika Serikat pada hari yang sama dengan pertandingan yang dimainkan.
Baca juga: Menang Gugatan Perdata Hasanuddin Akan Seret Eks Pimca Bank di Mamuju Lukman Surya ke Ranah Pidana
Baca juga: Kasus Korupsi Gerbang Mamuju Andis Divonis 8 Tahun Penjara dan Ganti Kerugian Rp1.776.232.916,00
Awalnya Iran akan bermarkas di Tucson, Arizona, Amerika Serikat namun kini mereka memilih pindah dan bermarkas di Tijuana, Meksiko.
"Kita bisa masuk di pagi hari dan harus keluar di hari yang sama," kata utusan Iran Abolfazl Pasandideh kepada wartawan saat menjelaskan pembatasan visa tersebut, dikutip dari AFP, Sabtu (6/6/2026).
Sebagian staf pendukung Iran tak bisa masuk AS karenanya visanya ditolak.
Iran dijadwalkan memainkan tiga pertandingan grup di Amerika Serikat.
Mereka tergabung di Grup G, akan bermain melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni.
Kemudian pertandingan melawan Mesir di Seattle pada tanggal 26 Juni.
Sebelum berangkat ke Meksiko, tim Iran menghabiskan tiga minggu di kamp pelatihan di Antalya, Turki.Ssebelum keberangkatan ke Meksiko, para pemain menerima visa AS. Namun, kedutaan besar Iran di Turkiye mengeluarkan tanggapan keras setelah visa staf pendukung telah ditolak.
"Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim sepak bola nasional Iran ke tingkat tertinggi," tulis kedutaan besar tersebut di X pada Sabtu. Mereka menyerukan FIFA untuk meminta pertanggungjawaban AS atas pelanggaran aturan-aturannya.
Federasi Sepak Bola Iran, termasuk ketuanya, Mehdi Taj dilaporkan termasuk di antara mereka yang ditolak visanya.
Taj sendiri adalah mantan anggota Garda Revolusi, demikian yang dilaporkan media Iran di diaspora. (*)