PILU ASN Tewas Usai Dijambret, Widya Riskyanti Sempat 4 Hari Koma, Awalnya Dikira Korban Kecelakaan
Septrina Ayu Simanjorang June 07, 2026 02:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Pilu ASN tewas usai dijambret.

ASN wanita bernama Widya Riskyanti (28) itu sempat koma selama 4 hari.

Namun karena benturan keras di kepala, nyawa Widya tidak tertolong.

Baca juga: Alasan PSMS Rekrut Ramon Tribulietx, Fendi Jonathan Sebut Punya Filosofi yang Cocok dengan Medan

Widya Riskyanti (28) merupakan seorang ASN di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II.

Ia meninggal dunia setelah menjadi korban penjambretan di Kota Surabaya.

Widya mengembuskan napas terakhir di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (5/6/2026) pukul 15.49 WIB.

Insiden penjambretan itu terjadi di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng, Surabaya pada Selasa (2/6/2026) sore.

Baca juga: Viral Pengendara Motor dan Bus Pariwisata Ribut di Marelan, Warga Keluhkan Kurangnya Pengawasan

Kepergian Widya tidak hanya meninggalkan luka akibat tindak kriminal, tetapi juga menyisakan kehilangan besar bagi keluarga.

Di rumahnya di Rusunawa Indrapura, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Widya dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

Kepergian perempuan muda tersebut membuat keluarga kehilangan figur yang selama ini menggantikan peran sang ayah yang telah meninggal dunia setahun lalu.

Baca juga: Punya Data 26 Orang yang Terlibat Korupsi MBG, Sony Sonjaya Simpan di Ponsel: Chatting Ada di Situ

Selain bekerja sebagai ASN, Widya juga membantu memenuhi kebutuhan ibunya dan membiayai pendidikan kedua adiknya.

Kasus yang menimpa Widya kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Gantikan Peran Ayah dalam Keluarga

Bagi keluarga, Widya bukan sekadar anak kedua dari empat bersaudara. Ia merupakan sosok yang mengambil tanggung jawab besar setelah ayahnya meninggal dunia.

Sejak saat itu, Widya menjadi tulang punggung keluarga dengan membantu memenuhi kebutuhan ibunya, Isnaini Budiarti (53), sekaligus membiayai sekolah kedua adiknya.

Kehilangan tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga yang selama ini bergantung pada penghasilan dan perhatian Widya.

KORBAN KEJAHATAN - Staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, Widya Riskyanti (28), meninggal dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (5/6/2026) sore. Widya meninggal dunia setelah koma selama empat hari akibat terjatuh dari sepeda motor setelah dijambret di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur. (Montase SURYA.co.id)

Isnaini mengaku sempat merasa cemas ketika putrinya tak kunjung pulang ke rumah pada Selasa malam.

Kekhawatiran itu kemudian berubah menjadi kenyataan pahit setelah mendapat kabar mengenai kecelakaan yang dialami Widya.

"Ya Allah, Widya tulang punggung kami. Widya masih membiayai adik-adiknya. Kok tega pelakunya Ya Allah," tutur Isnaini saat ditemui di Rusunawa Indrapura, Sabtu (6/6/2026).

Kronologi Penjambretan yang Berujung Maut

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat Widya pulang bekerja melalui rute yang biasa dilaluinya di kawasan Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya.

Saat melintas di area belakang Mal Grand City, seorang pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya diduga merampas tas milik korban. Tas tersebut berisi dokumen penting, kartu identitas, kartu ATM, serta sejumlah uang.

Tarikan kuat dari pelaku membuat Widya kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dari sepeda motornya. Benturan keras menyebabkan korban mengalami cedera serius di bagian kepala.

Baca juga: Punya Data 26 Orang yang Terlibat Korupsi MBG, Sony Sonjaya Simpan di Ponsel: Chatting Ada di Situ

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya dan menjalani operasi darurat. Namun kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia setelah empat hari dalam kondisi koma.

Salah seorang saksi, AP, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari rekannya sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurutnya, warga semula mengira perempuan yang tergeletak di jalan tersebut mengalami kecelakaan biasa. Namun setelah petugas datang dan melakukan penanganan, muncul informasi bahwa korban diduga menjadi korban penjambretan.

Baca juga: Nasib Emak-emak Penimbun Tiket EXO di Jakarta, Tiket Dijual Rp10 Juta Tapi Pembeli Tak Bisa Nonton

"Teman saya kira kecelakaan biasa. Tapi pas petugas datang ternyata korban itu kena jambret. Perempuan, kayaknya sendirian, iya pakai seragam Korpri biru," ujar AP, Rabu (3/6/2026).

Keterangan serupa disampaikan pedagang soto di sekitar lokasi, LK (32). Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab korban terjatuh, tetapi sempat melihat petugas melakukan penanganan darurat.

"Kemarin waktu aku melintas dari rumah mau kerja ke warung, lihat ada petugas berbaju oranye menolong orang di tikungan itu," katanya.

 

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.