Dinsos Bandung Siap Pulangkan Tunawisma Luar Daerah, Minta Warga Tak Beri Uang di Jalan
Ravianto June 07, 2026 03:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, terus melakukan penertiban tunawisma atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) untuk mendukung program penataan dan beautifikasi kawasan kota.

Penertiban tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan ditingkatkan menjelang momen-momen tertentu seperti perayaan Natal serta Tahun Baru (Nataru), libur panjang, maupun menjelang Hari Raya Idulfitri.

‎Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengatakan, dalam setiap penertiban, petugas biasanya menjangkau 90 hingga 100 PPKS, kemudian mereka dibawa untuk menjalani proses asesmen dan pendataan.

‎"Hasil asesmen menunjukkan sekitar 20 persen dari mereka merupakan warga Kota Bandung. Sementara sisanya berasal dari luar Kota Bandung," ujar Yorisa, Minggu (7/6/2026).

‎Bagi PPKS yang berasal dari luar daerah, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk proses pemulangan dan pembinaan. Langkah tersebut dilakukan agar mereka tidak kembali lagi ke jalanan.

Yorisa mengakui keberadaan PPKS masih ditemukan di sejumlah titik.

Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus mengurangi ruang gerak aktivitas tersebut melalui berbagai upaya penanganan dan edukasi kepada masyarakat.

RAZIA GELANDANGAN - Petugas gabungan saat mengamankan tunawisma ketika menggelar razia, Kamis (14/5/2026) dini hari. Dok Diskominfo Kota Bandung
RAZIA GELANDANGAN - Petugas gabungan saat mengamankan tunawisma ketika menggelar razia, Kamis (14/5/2026) dini hari. Dok Diskominfo Kota Bandung (Diskominfo Kota Bandung)

‎"Kami sedikit demi sedikit tidak memberikan ruang bagi PPKS untuk mencari uang di jalan. Kami juga mengimbau masyarakat tidak memberikan uang langsung di jalan, tapi menyalurkannya melalui lembaga-lembaga yang resmi dan legal," katanya.

Dia mengatakan, penanganan PPKS dilakukan dari sisi hulu maupun hilir.

Pada tahap hulu, Dinsos bersama sejumlah OPD terkait secara berkala melaksanakan penjangkauan gabungan di berbagai ruas jalan protokol Kota Bandung.

‎‎"Kami berkoordinasi untuk melakukan penjangkauan minimal sebulan sekali. Kemudian ditambah pada momentum tertentu seperti Nataru, libur panjang, dan menjelang Lebaran," ucap Yorisasa.

‎‎Selain operasi rutin, Dinsos juga melibatkan aparatur kewilayahan serta tim kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan untuk melakukan pemantauan dan penjangkauan secara berkelanjutan.

‎"Kami tidak hanya mengandalkan program penjangkauan bulanan, tetapi juga meminta kewilayahan dan tim yang ada di kelurahan untuk terus melakukan monitoring dan penjangkauan," ujarnya.(*)

Baca juga: Kakek Diduga Tuna Wisma Dihantam KA Bangunkarta, Sudah Diklakson Berulang Kali tapi tapi Tak Dengar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.