TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut kembali terjadi di jalur tengkorak wilayah Jembrana, Bali.
Seorang penumpang sepeda motor dilaporkan menderita cedera kepala berat (CKB) usai laka lantas dan terlindas truk tronton.
Kejadian tersebut terjadi saat sepeda motor hendak mendahului dari sebelah kiri truk tronton.
Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi di Simpang Tiga Manuver Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Jumat 5 Juni 2026 sore, sekitar pukul 14.53 WITA.
Baca juga: Kecelakaan di Tanjakan Bebetin Buleleng Bali, As Truk Patah dan Tabrak Pemotor, Korban Meninggal
Kecelakaan melibatkan sepeda motor dan truk tronton bernomor plat warna kuning.
Peristiwa tersebut bermula dari sepeda motor matik DK 4272 FDA yang dikemudikan AANS (26) dengan membonceng LSMK (25) datang dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.
Setibanya di TKP, pemotor hendak mendahului dari sebelah kiri kendaraan truk tronton DK 8719 BG yang dikemudikan IKT (49).
Saat itu, truk tronton tersebut bergerak di depan yang telah menyalakan reting kiri dan telah belok ke kiri serta sudah masuk jalan ke arah manuver.
Tak disangka, crash pun terjadi hingga sebabkan penumpang sepeda motor matik asal Lumajang, Jawa Timur tersebut, jatuh dan terlindas oleh roda sebelah kiri belakang truk tronton.
Akibat kejadian tersebut, pengendara motor masih dalam kondisi sadar namun mengalami luka pada punggung kaki kanan.
Sementara penumpang sepeda motor menderita cedera kepala berat (CKB), dahi kanan memar, gigi atas kanan patah, hingga patah tulang di bagian kaki.
Perempuan 25 tahun tersebut kemudian dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan di Puskesmas II Melaya.
"Satu orang meninggal dunia pasca kejadian tersebut. Sempat crash dengan truk kemudian jatuh dan terlindas," ungkap Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta saat dikonfirmasi, Minggu 7 Juni 2026.
Dia mengungkapkan, mendahului kendaraan lain dari kiri sangat berisiko bahkan bisa fatal.
Selain itu, mendahului kendaraan lain tanpa melihat situasi dan kondisi juga sangat berisiko.
Sehingga pengguna jalan diminta untuk tetap waspada dan hati-hati ketika hendak mendahului kendaraan lain apalagi Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang dikenal jalur tengkorak sangat ramai kendaraan karena jalur lintas provinsi.
"Kami imbau untuk tetap waspada dan hati-hati terutama saat hendak mendahului kendaraan lain. Usahakan jangan mendahului dari sebelah kiri karena sangat berisiko," tegasnya.