TRIBUNNEWS.COM - Timnas Inggris menjalani agenda uji coba sebagai persiapan tampil di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru pada Minggu (7/6/2026) dini hari, di Raymond James Stadium, Tampa Bay, Amerika Serikat.
Timnas Inggris memetik kemenangan tipis dengan skor 1-0 atas Selandia Baru berkat gol dari Harry Kane di ujung babak pertama.
Meski tampil dominan, itu menjadi satu-satunya gol yang tercipta dari pertandingan tersebut.
Kemenangan ini tak langsung menimbulkan kesan positif dari kubu The Three Lions.
Bahkan skuad arahan Thomas Tuchel itu punya daftar keluhan yang terjadi di sekitar pertandingan ini.
Salah satunya dilontarkan oleh sang kapten, Harry Kane, bersama dengan Jude Bellingham.
Baca juga: Timnas Iran Berangkat ke Meksiko Jelang Piala Dunia, AS Belum Terbitkan Visa untuk Beberapa Staf
Kedunya mengatakan kondisi lapangan Raymond James Stadium tak terlalu ideal.
Hal tersebut membuat Inggris kesulitan menerapkan taktik yang coba ingin ditampilkan.
Untungnya, hal tersebut tak menjadi penghalang besar bagi mereka memetik kemenangan.
Setidaknya masih ada sisi positif lainnya yang bisa dicapai dari hasil tersebut.
"Kondisi angin dan cuaca sebenarnya cukup bagus. Alasan kami di sini adalah untuk bisa menyesuaikan dengan cuaca panas yang akan kami hadapi nanti," kata Harry Kane kepada ITV.
"Namun jujur saja kondisi lapangan tidak terlalu baik. Sangat sulit untuk menampilkan apa yang coba ingin kami terapkan," paparnya.
Selain soal kondisi lapangan yang kurang prima, ada juga keluhan yang terjadi soal jalannya pertandingan.
Keluhan tersebut datangnya dari sang pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel.
Thomas Tuchel mengaku heran dengan permainan Inggris di pertandingan ini.
Mereka menerapkan gaya yang sangat berbeda untuk babak pertama dan babak kedua.
Pada babak pertama, para pemain malah mengambil banyak sekali umpan-umpan panjang.
Selain itu, mereka juga sangat sering melakukan umpan silang ketika sudah mendekati kotak penalti.
Padahal kedua hal itu tak masuk dalam daftar strategi mereka selama latihan dan persiapan.
Para pemain juga cukup sering melakukan tendangan dari luar kotak penalti pada babak pertama.
"Saya lebih menyukai babak kedua dibandingkan babak pertama. Saya pikir kami bermain dengan lebih tajam di babak kedua, lebih agresif baik saat menguasai bola maupun tanpa bola, dan mampu menciptakan lebih banyak peluang," ucap Tuchel dikutip dari Hindustan Time.
"Ada beberapa peluang setengah matang yang bagus serta beberapa penetrasi yang baik ke dalam kotak penalti."
"Di babak pertama kami sering tidak berada di posisi yang semestinya dan permainan kami terlalu banyak mengandalkan improvisasi. Hal itu membuat tempo permainan melambat dan menyulitkan kami untuk melakukan counter-pressing, karena saat mulai menyerang kami tidak menempati posisi-posisi yang seharusnya," sambungnya.
Inggris masih memiliki satu pertandingan uji coba lagi menjelang tampil di putaran final Piala Dunia 2026.
Mereka akan berhadapan dengan Kosta Rika pada Kamis, 11 Juni 2026 mendatang.
Dukungan untuk Inggris
Wakil Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, Teuku Iqbal Djohan SE, menjagokan Tim Nasional Inggris sebagai juara Piala Dunia 2026.
Teuku Iqbal yang juga Ketua Umum SKULL (Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju), kelompok pendukung utama Persiraja Banda Aceh, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan tim berjuluk The Three Lions karena merupakan penggemar berat Liga Inggris.
"Saya memilih Inggris karena hampir setiap akhir pekan menyaksikan Liga Inggris, sehingga sudah sangat familiar dengan para pemain timnas mereka," ujar Teuku Iqbal, dikutip dari Serambinews.
(Tribunnews.com/Guruh)