TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sekolah Rakyat yang ada di seluruh Indonesia diharapkan bisa membantu masyarakat yang kurang mampu, maupun anak-anak yang tidak pernah sekolah atau mau putus sekolah karna biaya.
Hal itu pun disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan pada Minggu 7 Juni 2026.
"Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah atau mereka yang paling kurang berdaya," kata Prabowo didepan siswa, wali murid saat memulai sambutannya.
Menurutnya pembangunan di Indonesia tujuannya adalah membuat seluruh masyarakat Indonesia hidupnya layak atau baik.
Baca juga: Langkah Pendaftaran Resmi SPMB Sekolah Dasar Tahun Ajaran 2026/2027: Ini Link dan Jadwal Barunya
Sehingga menurutnya agar masyarakat hidup layak dan baik, maka harus dilakukan upaya yang besar.
"Jadi kita harus bekerja keras dalam segala bidang, dalah satunya adalah bidang pendidikan. Karena pendidikan membuat masyarakat bisa hidup baik, seperti pendidikan pelatihan bertani, guru dan perawat. Jadi semua bidang pendidikan dan pelatihan harus kita tingkatkan," tegas Prabowo.
Dirinya mengaku senang melihat perkembangan sekolah rakyat. Namun perlu lagi dilakukan usaha yang lebih besar, mengingat yang membutuhkan sekolah rakyat lumayan banyak.
"Dari laporan Menteri Sosial, di Bali untuk pendaftaran siswa sudah 400 lebih siswa. Hanya saja sekolah baru menampung 270 siswa jadi ini menjadi tantangan. Nanti bagaimana caranya kalau bisa agar banyak yang ditampung," bebernya
Baca juga: Wacana Bahasa Prancis Masuk Sekolah, DPRD Klungkung Bali Minta Pemerintah Siapkan Guru Lebih Dulu
Sementara, Menteri Sosial Saifullah Yusuf sekolah Rakyat yang ada saat ini sebanyak 166 di seluruh Indonesia. Namun semuanya merupakan rintisan dan saat ini sedang dibangun gedung permanen.
"Saat ini Gedung Permanen Sekolah Rakyat baru di bangun. Bahkan saat ini ada 93 Gedung sekolah rakyat yang dibangun di seluruh Indonesia, salah satunya di Kabupaten Karangasem di Provinsi Bali," bebernya.
Menurutnya, khusus di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan sudah ada 3 rombongan belajar (Rombel) dengan 74 peserta didik,
Baca juga: Pengangguran Lulusan SMA-SMK Masih Tinggi Di Bali, Sekolah Diminta Tinggalkan Pola Belajar Teori
“Semua orang tua siswa sangat bersyukur anaknya bisa dididik di sekolah rakyat yang ada di tabanan ini pak. Mereka bisa mendapat Pendidikan yang layak,” kata Gus Ipul.
Menurutnya sekolah rakyat di Tabanan memiliki fasilitas yang lengkap, layaknya sekolah rakyat yang lain yakni ada asrama, ruang kelas, ruang makan, aula, laboratorium, perpustakaan, dilengkapi dengan laptop dan yang lainnya.
“Jadi yang tidak boleh terjadi di sekolah rakyat ini adalah bullying, kekerasan fisik dan seksual, dan intoleransi. Bahkan jika ada pelakunya akan ditindak tegas dan saat itu juga akan diberhentikan,” bebernya sembari mengatakan selain itu ada juga ekstrakuler, termasuk outing (*)