TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, meminta legenda sepak bola Indonesia sekaligus tokoh yang identik dengan kejayaan Kabau Sirah, Suhatman Imam, untuk bergabung sebagai penasihat teknis tim dalam menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026.
Permintaan tersebut disampaikan langsung saat Andre Rosiade bersama jajaran manajemen Semen Padang FC melakukan pertemuan dengan Suhatman Imam pada Minggu (7/6/2026).
Dalam pertemuan itu turut hadir Pelatih Kepala Semen Padang FC Nil Maizar beserta jajaran pelatih dan para komisaris klub.
Andre Rosiade mengatakan, kedatangannya bersama manajemen tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga meminta restu, doa, dan dukungan dari Suhatman Imam demi perjalanan Semen Padang FC di Liga 2 musim mendatang.
Selain itu, manajemen juga mengajukan permintaan agar Suhatman Imam bersedia bergabung sebagai penasihat teknis tim.
Baca juga: Semen Padang FC Bergerak Cepat Hadapi Liga 2, Pemain Mulai Dikontak hingga Masuk Mes 25 Juni
"Kami juga meminta beliau bergabung bersama menjadi penasihat teknis, dan alhamdulillah diterima serta memberikan dukungan penuh," kata Andre Rosiade, Minggu (7/6/2026).
Sementara itu, Suhatman Imam mengungkapkan terdapat empat poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Poin pertama adalah permintaan manajemen agar dirinya kembali bergabung bersama Semen Padang FC dalam menghadapi kompetisi Liga 2.
Kemudian, poin kedua berkaitan dengan peran Suhatman dalam memberikan masukan dan saran mengenai komposisi pemain yang akan memperkuat Kabau Sirah pada musim mendatang.
"Poin ketiga, manajemen Semen Padang meminta saya meningkatkan kinerja tim," ujar Suhatman Imam.
Adapun poin terakhir yang dibahas adalah upaya memperkuat hubungan dan kekompakan antara pelatih, manajemen, serta para pemain.
"Empat itu yang dibicarakan tadi, untuk hal lainnya tidak bisa disampaikan," katanya.
Suhatman Imam mengaku menerima tawaran yang diajukan manajemen Semen Padang FC karena program kerja dan arah pembangunan tim yang disampaikan dinilai sejalan dengan harapannya.
Menurutnya, sejumlah syarat yang diajukan kepada manajemen juga telah dipenuhi, termasuk terkait kondisi kesehatannya yang mengharuskan dirinya menjalani kontrol rutin setiap bulan.
Baca juga: Semen Padang FC Datangi Rumah Suhatman Imam, Manajemen Ajak Kembali ke Tim
"Sudah dipenuhi semua. Saya tentu menerima, karena kinerja ke depan yang disampaikan sangat memuaskan," tambahnya.
Dengan bergabungnya Suhatman Imam sebagai penasihat teknis, Semen Padang FC berharap dapat memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan klub tersebut untuk membantu mewujudkan target kembali ke Liga 1.
Sementara itu, belum genap sehari setelah hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diumumkan, manajemen Semen Padang FC langsung bergerak cepat mempersiapkan tim menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026.
Berbagai langkah strategis telah disusun guna memastikan Kabau Sirah memiliki persiapan yang lebih matang dibanding musim-musim sebelumnya.
Fokus utama manajemen adalah membangun kesiapan tim secara menyeluruh demi mewujudkan target kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.
Chief Operation Officer (COO) sekaligus Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengatakan seluruh elemen klub kini mulai bekerja secara efektif baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
"Pasca pengumuman hasil RUPS pada Jumat (5/6/2026), pihak manajemen langsung mengambil langkah cepat mengenai persiapan menghadapi Liga 2," kata Braditi Moulevey, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: Resahkan Warga Talamau Pasaman Barat, BKSDA Pasang Kandang Jebak untuk Evakuasi Beruang Madu
Sebagai langkah awal, manajemen akan mempertemukan seluruh unsur klub dan tim kepelatihan dengan Ketua Dewan Penasihat Tim, Suhatman Imam, pada Minggu (7/6/2026).
Selanjutnya, pada Senin (8/6/2026), akan digelar rapat perdana bersama jajaran pelatih. Pada hari yang sama, manajemen juga berencana mengumumkan nama asisten pelatih yang akan mendampingi tim sepanjang kompetisi Liga 2 musim ini.
Tak hanya itu, manajemen mulai melakukan komunikasi dengan para pemain yang telah menyatakan kesediaannya bergabung bersama Kabau Sirah.
Proses penandatanganan kontrak pemain dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026.
Memasuki tahap berikutnya, seluruh skuad Semen Padang FC direncanakan sudah masuk mes yang berada di Ciputat, Tangerang Selatan, pada 25 Juni 2026.
Di lokasi tersebut, tim juga akan memulai latihan perdana sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Liga 2.
Baca juga: Distribusi Air Bersih BPBD Padang Tembus 20 Juta Liter, Warga Terdampak Banjir Masih Dilayani
Menurut Levi, langkah cepat tersebut merupakan bentuk keseriusan manajemen dalam menata tim sejak dini.
Karena itu, ia berharap dukungan penuh dari seluruh masyarakat Sumatera Barat serta suporter Semen Padang FC yang tersebar di berbagai daerah.
Selain fokus membangun kekuatan tim, manajemen juga berupaya mempererat hubungan dengan kelompok suporter.
Dalam waktu dekat, pengurus Semen Padang FC berencana menggelar silaturahmi dengan komunitas suporter yang berada di wilayah Jabodetabek.
Menurut Levi, kebersamaan antara manajemen, pemain, pelatih, dan suporter menjadi faktor penting dalam perjuangan mengembalikan Kabau Sirah ke Liga 1.
Di sektor operasional, manajemen memutuskan kantor pusat atau head office tim selama Liga 2 berlangsung akan berada di kawasan mes pemain di Ciputat.
Keputusan tersebut diambil agar koordinasi dan komunikasi antara manajemen, pelatih, pemain, serta seluruh perangkat tim dapat berjalan lebih efektif.
Manajemen juga mulai melakukan pendataan terhadap karyawan yang saat ini bertugas di Padang. Sebagian akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mendukung aktivitas tim selama kompetisi.
Sementara karyawan yang tetap berada di Padang akan fokus menyelesaikan sejumlah pekerjaan strategis, termasuk renovasi mes pemain dan pembenahan fasilitas latihan.
Salah satu program yang menjadi perhatian manajemen adalah peningkatan kualitas lapangan latihan.
Levi menjelaskan, rumput yang saat ini digunakan di Stadion Haji Agus Salim nantinya akan dipindahkan ke lapangan latihan setelah stadion menggunakan rumput baru.
Selanjutnya, rumput lapangan latihan lama akan dipindahkan ke Lapangan Cubadak.
"Rumput lapangan latihan akan diganti menggunakan kualitas yang setara dengan rumput stadion. Program peningkatan fasilitas tersebut akan dilakukan di Lapangan Cubadak," ujarnya.
Manajemen juga mulai mempersiapkan seluruh kebutuhan operasional tim, mulai dari perlengkapan latihan, sarana transportasi hingga akomodasi pertandingan.
Baca juga: Cuaca Sumbar Hari Ini: Bukittinggi dan Padang Panjang Diguyur Hujan, Padang Udara Kabur
Salah satu skema yang telah disiapkan adalah penginapan tim sehari sebelum laga kandang yang akan berlangsung di kawasan Bekasi.
Selain itu, armada bus dan kendaraan operasional bagi pemain juga telah dipersiapkan sejak dini.
"Semuanya sudah mulai bekerja dan efektifnya nanti kita harapkan juga setelah masuk mes seluruh karyawan sudah masuk beriringan dengan pemain," ungkap Levi.
Terkait komposisi skuad, Levi menegaskan bahwa manajemen memberikan kewenangan penuh kepada pelatih kepala untuk menentukan kebutuhan pemain.
Seluruh proses perekrutan akan mengacu pada rekomendasi tim pelatih agar skuad yang terbentuk sesuai kebutuhan strategi tim.
Meski demikian, manajemen memastikan dukungan anggaran yang besar untuk menghadapi Liga 2 musim ini.
"Untuk komposisi pemain kita serahkan keputusan merekrut kepada pelatih kepala. Dan kita di manajemen meyakinkan anggaran yang kita sediakan cukup besar untuk kompetisi ini. Insya Allah kombinasi dari pemain senior, junior hingga pemain timnas akan kita rekrut," katanya.
Levi juga menyinggung hasil risalah RUPS yang membahas sejumlah kewajiban yang masih tertunggak dari periode manajemen sebelumnya.
Menurutnya, berdasarkan keputusan RUPS, penyelesaian kewajiban tersebut menjadi tanggung jawab manajemen lama dan ditargetkan selesai sebelum proses pendaftaran pemain dimulai.
Baca juga: Kecelakaan di Panorama 2 Sitinjau Lauik, Arus Lalu Lintas Padang-Solok Buka Tutup Malam Ini
"Berdasarkan risalah RUPS, mengenai kewajiban yang tertunggak pada manajemen yang lalu merupakan tanggung jawab manajemen yang lama dan ditargetkan selesai semuanya sebelum pendaftaran pemain dimulai," ujarnya.
Sebagai bagian dari pembenahan tata kelola klub, Semen Padang FC juga akan menerapkan sistem pembayaran gaji pemain melalui payroll.
Langkah tersebut dilakukan sebagai evaluasi dari pengalaman musim-musim sebelumnya agar tidak terjadi lagi keterlambatan pembayaran gaji.
"Untuk musim ini, belajar dari pengalaman musim-musim lalu, untuk gaji pemain kami menggunakan payroll, sehingga tidak ada lagi keterlambatan gaji," pungkas Levi.
Dengan berbagai persiapan yang terus berjalan, manajemen berharap dukungan penuh dari seluruh suporter dan masyarakat Sumatera Barat agar Kabau Sirah mampu bangkit dan mewujudkan target kembali ke Liga 1.