POS-KUPANG.COM -- Perhatikan soal ujian sekolah dan kunci jawaban IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 99 bab 5.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 99, karangan Kusumawardhani Ardilla dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2025 adalah sistem barter.
Sistem barter adalah cara jual beli atau tukar-menukar barang dan jasa tanpa menggunakan uang. Dalam sistem barter, seseorang menukar barang yang dimilikinya dengan barang lain yang dibutuhkan.
Sistem barter digunakan oleh manusia pada zaman dahulu sebelum ada uang. Namun, barter memiliki beberapa kesulitan, seperti sulit menentukan nilai barang dan sulit menemukan orang yang sama-sama membutuhkan barang untuk ditukar.
Karena itulah, manusia kemudian mulai menggunakan uang sebagai alat pembayaran agar lebih mudah dan praktis.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 99 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Setelah melakukan penyelidikan, mari mencari tahu lebih lanjut, bagaimana belanja pada zaman dahulu. Bacalah teks berikut.
Belanja Zaman Dahulu: Tukar Barang, Bukan Bayar Uang
Dahulu, sebelum ada uang, orang memenuhi kebutuhan dengan cara barter. Barter artinya saling menukar barang atau jasa.
Misalnya, beras ditukar dengan ikan, ayam ditukar dengan buah, atau kayu bakar ditukar dengan singkong.
Namun, barter mempunyai banyak kesulitan. Dalam barter, sulit untuk menentukan nilai barang. Misalnya, apakah 12 jeruk sama dengan 1 kilogram gandum? Barter juga hanya bisa terjadi kalau kedua orang sama sama membutuhkan.
Barter kadang sulit dibagi, seperti ayam ditukar dengan meja. Barang yang ditukar juga bisa terlalu berat untuk dibawa, seperti kerbau, atau cepat rusak, seperti buah yang membusuk.
Karena banyak kesulitan itu, orang mulai mencari cara baru. Awalnya, manusia menggunakan barang berharga sebagai alat tukar, misalnya garam, kulit kerang, atau hasil bumi. Namun, barang-barang ini juga terbatas dan tidak selalu praktis.
Selanjutnya, orang mulai memakai logam mulia, seperti emas, perak, dan tembaga. Uang logam pertama kali dibuat oleh bangsa Lydia di Turki sekitar tahun 580 SM. Uang logam ini terbuat dari emas dan perak, bentuknya kecil seperti kacang polong, dan lebih mudah dipakai daripada barter.
Beberapa ratus tahun kemudian, di Tiongkok pada masa Dinasti Song, muncullah uang kertas sekitar abad ke-10 Masehi. Uang kertas diciptakan karena uang logam terlalu berat jika jumlahnya banyak.
Dari sinilah, kita tahu bahwa uang muncul untuk memudahkan manusia berjual beli. Dengan demikian, kebutuhan hidup dapat terpenuhi dengan lebih cepat dan mudah Tuliskan jawaban dari pertanyaan berikut dalam buku tugasmu.
1. Apa yang digunakan orang untuk memenuhi kebutuhannya sebelum ditemukannya uang?
2. Mengapa kegiatan barter mulai ditinggalkan?
3. Apa alat tukar yang digunakan sebelum uang ada?
4. Mengapa alat tukar itu sudah tidak digunakan lagi?
Jawaban :
1. Sebelum ditemukannya uang, orang memenuhi kebutuhannya dengan cara barter. Barter adalah kegiatan saling menukar barang atau jasa dengan barang atau jasa lainnya.
Misalnya, beras ditukar dengan ikan, ayam ditukar dengan buah, atau kayu bakar ditukar dengan singkong. Dengan cara itu, masyarakat zaman dahulu bisa mendapatkan kebutuhan yang tidak mereka miliki.
2. Kegiatan barter mulai ditinggalkan karena memiliki banyak kesulitan. Dalam barter, orang sering kesulitan menentukan nilai barang yang ditukar.
Misalnya, belum tentu jumlah buah tertentu sama nilainya dengan gandum atau ayam. Selain itu, barter hanya bisa terjadi jika kedua orang sama-sama membutuhkan barang milik satu sama lain.
Barang yang ditukar juga kadang sulit dibawa karena terlalu berat atau cepat rusak, seperti buah dan sayuran. Karena itulah, manusia mulai mencari cara yang lebih mudah untuk berjual beli.
3. Sebelum ada uang seperti sekarang, orang menggunakan barang-barang berharga sebagai alat tukar.
Contohnya adalah garam, kulit kerang, hasil bumi, emas, perak, dan tembaga. Setelah itu, manusia mulai menggunakan uang logam yang dibuat dari emas dan perak, lalu berkembang menjadi uang kertas agar lebih praktis digunakan.
4. Alat tukar tersebut sudah tidak digunakan lagi karena dianggap kurang praktis dan memiliki banyak keterbatasan. Barang seperti garam atau kulit kerang jumlahnya terbatas dan tidak selalu mudah dibawa.
Uang logam juga terasa berat jika digunakan dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, manusia mulai menggunakan uang kertas dan kemudian uang modern karena lebih mudah dibawa, disimpan, dan digunakan untuk berbagai transaksi sehari-hari.
*) Disclaimer: