Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Seorang kakek yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Dengkeng, Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum jasadnya ditemukan warga.
Hasil pemeriksaan medis juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
"Diperkirakan waktu korban meninggal sudah 4 hari, dan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan," ujar Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto, Minggu (7/6/2026).
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan di sungai menggunakan perahu pada dini hari.
Saat itu, warga melihat sesuatu yang tersangkut di ranting pohon bambu dan menyerupai sosok manusia.
"Warga itu lalu melihat ada sesuatu, yang menyangkut di ranting pohon bambu yg berbentuk menyerupai manusia," kata Suwoto.
Karena penasaran, warga mendekati benda tersebut untuk memastikan apakah itu mayat manusia atau hanya boneka sawah.
Setelah diperiksa dari jarak dekat, mereka mengetahui bahwa sosok tersebut merupakan jasad manusia.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Karangdowo dan relawan setempat. Petugas yang datang ke lokasi selanjutnya melakukan evakuasi jenazah dari aliran Sungai Dengkeng.
Setelah proses evakuasi selesai, polisi melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas korban.
Berdasarkan hasil penelusuran, korban diduga merupakan Prapto Mulyono Sukono, pria berusia 80 tahun yang tinggal di Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.
"Setelah dilakukan penelusuran, korban diduga adalah seorang laki laki yang diketahui bernama Prapto Mulyono Sukono," jelas Suwoto.
Polisi juga menemukan fakta bahwa korban sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarganya beberapa hari sebelum ditemukan.
"Sebelumnya sempat dikabarkan hilang beberapa hari yang lalu," katanya.
Baca juga: Dikira Boneka Sawah, Warga Pencari Ikan Temukan Jenazah Kakek Mengapung di Sungai Dengkeng Klaten
Untuk memastikan identitas korban, pihak kepolisian menghubungi keluarga yang kemudian datang ke lokasi penemuan.
Keluarga mengenali korban berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang biasa dikenakan sehari-hari.
"Keluarga korban melihat, berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang digunakan sehari-hari," ujarnya.
"Dan memastikan bahwasanya benar adanya, kalau mayat tersebut adalah salah satu keluarga yang di kabarkan hilang beberapa hari yang lalu," tambahnya.
Selain melakukan pemeriksaan fisik terhadap jenazah, polisi juga meminta keterangan dari pihak keluarga terkait kondisi kesehatan korban semasa hidup.
Dari informasi yang diperoleh, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi.
"Dari keterangan keluarga, korban mempunyai penyakit epilepsi," paparnya.
(*)