BANJARMASINPOST.CO.ID - Permintaan maaf penyanyi Sarwendah jadi sorotan pihak presenter Ruben Onsu.
Penyebabnya, pihak Ruben Onsu menilai permintaan maaf kekasih Giorgio Antonio itu dinilai tak tulus.
Disebut Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, Ruben tidak merasa permintaan maaf tersebut ditujukan kepadanya.
Minola mengatakan, Ruben menilai permintaan maaf itu lebih ditujukan kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi, bukan kepada pihak yang dianggap paling dirugikan dalam polemik tersebut.
"Dia tidak merasa bahwa klarifikasi itu bukan buat dirinya. Karena kan kalau kita cermati kan permintaan maafnya kan untuk masyarakat karena sudah membuat kegaduhan," kata Minola di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).
Pihak Ruben menilai dirinya justru menjadi sosok yang paling dihina dan direndahkan dalam cuplikan viral Sarwendah di media sosial. Minola pun mempertanyakan ketulusan Sarwendah.
Baca juga: Satu Ucapan Pihak Sarwendah Bikin Ruben Onsu Syok, Tak Habis Pikir Status Ayah Bisa Kedaluwarsa
"Nggak ada tuh buat Ruben. Padahal orang yang paling dihina, orang yang paling direndahkan yang terjadi pada saat live TikTok-nya yang menjadi persoalan itu adalah Ruben," ujarnya.
Minola juga menyinggung pihak Sarwendah yang bisa saja berdalih tak ada penyebutan nama Ruben saat Sarwendah keceplosan mengumpat ketika tengah melakukan siaran langsung yang kemudian ramai di media sosial.
Jika benar ada pembelaan seperti itu, Minola merasa janggal. Sebab seluruh masyarakat tahu bahwa Sarwendah tengah berkonflik dengan Ruben terkait nafkah anak.
"Bolehlah dia berkilah tidak sebut nama. Tapi kalau kita bicara tentang 200 jutanya nggak perlu disebut nama hewan, siapa sih kalau bukan Ruben lagi?" tegas Minola.
Karena itu, Ruben memilih untuk tidak memberikan respons lebih jauh. Ia menilai permintaan maaf yang tidak menyebut pihak yang dianggap dirugikan tidak menyentuh inti persoalan.
"Jadi kalau misalnya kemudian dalam video permintaan maaf dan klarifikasi itu tidak menyebutkan sama sekali nama Ruben Onsu, ya Ruben Onsu merasa itu bukan buat dirinya," tandas Minola.
Diketahui, setelah bercerai pada tahun 2024, Ruben dan Sarwendah kerap bersitegang.
Mulai dari masalah Sarwendah yang didatangi debt collector terkait tunggakan cicilan mobil Ruben, hingga Ruben yang mengaku sulit bertemu anak.
Terbaru, Sarwendah menyampaikan permohonan maaf ke publik usai video yang memperlihatkan dirinya melontarkan umpatan yang diduga ditujukan ke Ruben Onsu viral di media sosial.
Sarwendah membuat video berisi klarifikasi dan permintaan maaf usai menuai kritik luas dari publik.
Permintaan maaf Sarwendah itu diunggah setelah viralnya cuplikan video yang merekam momen saat dirinya meluapkan kekesalan sambil melontarkan kata umpatan. Situasi itu jadi sorotan di tengah konfliknya dengan sang mantan suami, Ruben Onsu.
Lewat video yang diunggah di instagram, @sarwendah29, Ibu tiga anak itu mengutarakan permintaan maaf kepada publik dan anak-anaknya atas ucapannya yang membuat gaduh.
Namun belakangan, permintaan maaf Sarwendah itu kini jadi sorotan seorang ahli ekspresi, Kirdi Putra.
Secara blak-blakan, Kirdi menilai permintaan maaf tersebut bukanlah bentuk penyesalan yang tulus, melainkan lebih menyerupai upaya menjaga citra di mata publik, khususnya para penggemarnya.
Kirdi mengawali analisanya dengan mempertanyakan apakah permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah benar-benar lahir dari ketulusan.
"Nah, jadi pertanyaannya, kalau kita mau bicara apakah kemudian dia beneran minta maaf atau tidak, saya akan bilang tidak," ujar Kirdi, dikutip dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (6/6/2026).
"Ini adalah sebuah pertunjukan. Ini adalah sebuah drama teatrikal. Di mana, kalau teman-teman juga lihat, bahwa kalau dia bicara soal penggemar itu sampai lebih dari satu kali loh, beberapa kali loh, 'pada penggemar saya, pada penggemar saya'," lanjutnya.
Ia kemudian menyoroti bahwa penyebutan mengenai penggemar muncul lebih dominan dibanding kelompok lain yang juga disebutkan dalam video tersebut.
"Sementara bahkan keluarganya, masyarakat, segala macam itu cuma satu kali, misalnya ya.
Kata-kata 'penggemar' paling banyak dia tampilkan. Bahwa sebetulnya yang paling penting di sini adalah penggemarnya ini."
Berdasarkan pengamatannya, hal itu menunjukkan adanya fokus yang lebih besar terhadap cara dirinya dipandang oleh para pendukungnya.
"Ini dia sedang, secara verbal, ingin menunjukkan tanpa dia sadari bahwa sebetulnya citra dia di mata penggemarnya itu lebih penting daripada permintaan maaf itu sendiri," jelasnya.
Selain menyoroti isi pernyataan, Kirdi juga menganalisis bahasa tubuh Sarwendah selama menyampaikan permintaan maaf tersebut.
"Terus kita lihat bahasa tubuh yang ditampilkan sama dia. Ketika di awal, Sarwendah posisi tangannya seperti ini nih, megang gini ya.
Kita perhatikan ketika momen saat-saat tertentu yang terjadi adalah ketika bicara tentang anak, enggak mau anak-anaknya terpapar segala macam lah, gitu kan. Itu makin kencang dia megangnya, makin kencang ketika bicara soal anaknya.
Kemudian mulai loose, mulai lepas, menandakan dia lebih santai ketika menjelang akhir. Itu wajar dong ya, menjelang akhir santai," terang Kirdi.
Namun menurut Kirdi, ekspresi nonverbal yang ditampilkan Sarwendah tidak menunjukkan perubahan emosi yang biasanya muncul ketika seseorang benar-benar sedang meminta maaf.
"Tetapi tolong sadari bahwa ketika dia menyampaikan permintaan maaf, yang kalau orang minta maaf dia sedang menekan egonya, itu juga tidak banyak perubahan.
Ketika orang menekan egonya, bisa dia marah, bisa dia sedih, bisa takut. Dan biasanya muncul dalam bentuk ekspresi, apakah itu gestur, apakah itu ekspresi wajah. Dan itu tidak terlalu terlihat.
Dan bagian terakhir, kalau lihat, dia ingin menampilkan sedih, tetapi tarikan garis bibirnya itu sebetulnya lebih cenderung agak hampir senyum."
Karena itu, Kirdi menilai terdapat ketidaksesuaian antara pesan yang disampaikan secara verbal dengan ekspresi nonverbal yang terlihat selama video berlangsung.
"Jadi buat saya, apa yang dia sampaikan, kata-kata verbal yang disampaikan itu tidak sinkron dengan nonverbal yang dia tampilkan. Nonverbalnya tadi gerakan tangan, tarikan bibir, dan sebagainya."
Pada akhirnya, Kirdi tetap berpegang pada kesimpulannya bahwa permintaan maaf tersebut lebih berfungsi untuk menjaga citra daripada menunjukkan penyesalan yang tulus.
"Jadi kalau ditanya sekali lagi, apakah ini adalah sebuah, katakanlah, permintaan maaf yang tulus? Jawabannya adalah bukan.
Ini adalah sebuah pertunjukan untuk menjaga citra dia di hadapan banyak orang," tegasnya.
Ia pun menilai, sasaran utama dari pesan yang disampaikan Sarwendah lebih banyak ditujukan kepada para penggemarnya.
"Apakah penggemarnya yang jadi target lebih banyak? Ya, sesuai dengan pola yang ditampilkan oleh dia.
Jadi buat saya, sekali lagi maaf, tetapi permintaan maaf yang lebih baik sebetulnya bisa dia lakukan, tapi kebetulan tidak," pungkas Kirdi.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)