Pemain Irak Ditahan dan Dilarang Masuk ke Amerika, Dibebaskan Setelah Tujuh Jam Pemeriksaan
Aurora Nightingale June 07, 2026 06:34 PM

New Delhi. Menjelang dimulainya Piala Dunia FIFA 2026, sebuah insiden di Amerika Serikat menarik perhatian dunia olahraga. Penyerang bintang tim nasional Irak, Aymen Hussein, ditahan dan menjalani pemeriksaan selama sekitar tujuh jam di Bandara Internasional Chicago setelah tiba di Amerika Serikat. Meski akhirnya diizinkan masuk setelah penyelidikan panjang, fotografer resmi tim, Talal Salah, justru ditolak masuk dan dideportasi kembali.

Menurut laporan, Aymen Hussein tiba di Amerika pada Sabtu dini hari, di mana petugas imigrasi menghentikannya untuk pemeriksaan. Dalam proses tersebut, ponsel dan berbagai dokumen pribadinya juga diperiksa secara menyeluruh. Setelah sekitar tujuh jam pemeriksaan, otoritas akhirnya memberikan izin kepadanya untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.

Aymen Hussein dikenal sebagai salah satu pemain paling penting dalam sepak bola Irak. Penyerang berusia 30 tahun ini tampil gemilang dalam babak kualifikasi Piala Dunia, dengan mencetak sejumlah gol penting yang membantu Irak lolos ke putaran final FIFA World Cup setelah penantian selama empat dekade. Karena itu, insiden yang menimpanya menjelang turnamen besar ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola Irak.

Situasi semakin tegang ketika fotografer tim nasional Irak, Talal Salah, ditolak masuk ke Amerika Serikat setelah lebih dari sepuluh jam ditahan. Berdasarkan informasi yang beredar, ia juga menjalani pemeriksaan menyeluruh dan ponselnya diperiksa oleh pihak berwenang. Namun demikian, otoritas imigrasi tetap tidak memberikan izin masuk kepadanya.

Seorang pejabat dari Komite Olimpiade Irak menyatakan bahwa pemeriksaan keamanan dan imigrasi terhadap keduanya dilakukan dengan sangat ketat. Meskipun demikian, pihak berwenang tidak menjelaskan alasan pasti di balik lamanya proses interogasi tersebut. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) maupun Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat terkait insiden ini.

Perlu diketahui bahwa Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini disebut-sebut akan menjadi Piala Dunia terbesar dalam sejarah, dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang masa. Irak termasuk di antara negara-negara yang berhasil kembali ke ajang bergengsi ini setelah penantian panjang.

Tim nasional Irak tergabung dalam Grup-1 bersama tim-tim kuat seperti Prancis, Senegal, dan Norwegia. Selain Aymen Hussein, skuad Irak juga diperkuat oleh penyerang Ipswich Town, Ali Al-Hamadi, serta talenta muda Ali Jassim dan Youssef Amin. Dengan insiden ini terjadi menjelang turnamen, kekhawatiran muncul bahwa persiapan tim bisa terganggu.

Saat ini, Aymen Hussein telah bergabung kembali dengan tim, namun penolakan masuk terhadap fotografer Talal Salah menjadi tantangan baru bagi administrasi sepak bola Irak. Di tengah euforia Piala Dunia, peristiwa ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan tentang prosedur keamanan, kebijakan imigrasi, serta perlakuan terhadap pemain dan ofisial tim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.