Terungkap, Kakek Tewas Mengapung di Sungai Dengkeng Klaten Punya Riwayat Epilepsi
Putradi Pamungkas June 07, 2026 07:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Seorang kakek yang ditemukan meninggal mengapung di aliran Sungai Dengkeng, Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. 

Informasi tersebut diperoleh polisi dari keterangan pihak keluarga setelah proses identifikasi korban dilakukan.

"Dari keterangan keluarga, korban mempunyai penyakit epilepsi," ujar Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto, Minggu (7/6/2026).

Korban diketahui bernama Prapto Mulyono Sukono (80), warga Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya beberapa hari sebelumnya.

Jenazah korban ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan di Sungai Dengkeng menggunakan perahu.

Saat itu, warga melihat sebuah benda yang tersangkut di ranting pohon bambu dan menyerupai sosok manusia.

"Warga itu lalu melihat ada sesuatu, yang menyangkut di ranting pohon bambu yg berbentuk menyerupai manusia," kata Suwoto.

EVAKUASI - Proses evakuasi jenazah seorang kakek ditemukan mengapung di aliran Sungai Dengkeng, Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Minggu (7/6/2026). Korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi dan diperkirakan telah meninggal selama empat hari sebelum ditemukan.
EVAKUASI - Proses evakuasi jenazah seorang kakek ditemukan mengapung di aliran Sungai Dengkeng, Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Minggu (7/6/2026). Korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi dan diperkirakan telah meninggal selama empat hari sebelum ditemukan. (TribunSolo.com/Istimewa)

Untuk memastikan temuannya, warga mendekati benda tersebut karena sempat mengira sosok yang terlihat dari kejauhan itu hanyalah boneka sawah.

Setelah diperiksa lebih dekat, warga mengetahui bahwa benda tersebut merupakan jasad manusia.

Mereka kemudian menepikan perahu dan melaporkan temuan itu kepada polisi serta relawan setempat.

"Kemudian para saksi bergegas menuju tepi sungai, untuk menghubungi anggota Polsek Karangdowo dan relawan Karangdowo," ujarnya.

Petugas yang menerima laporan segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi jenazah.

Baca juga: Kakek yang Ditemukan Mengapung di Sungai Dengkeng Klaten Diperkirakan Sudah Meninggal Empat Hari

Identitas Korban Terungkap Setelah Keluarga Datang

Usai proses evakuasi, polisi melakukan serangkaian identifikasi untuk mengetahui identitas korban.

"Setelah dilakukan penelusuran, korban diduga adalah seorang laki laki yang diketahui bernama Prapto Mulyono Sukono," jelas Suwoto.

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Pedan yang sebelumnya telah dilaporkan hilang.

"Sebelumnya sempat dikabarkan hilang beberapa hari yang lalu," katanya.

Polsek Karangdowo kemudian berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di Pedan untuk menghubungi keluarga korban.

Keluarga yang datang ke lokasi akhirnya memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan sehari-hari.

"Keluarga korban melihat, berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang digunakan sehari-hari," ujarnya.

"Dan memastikan bahwasanya benar adanya, kalau mayat tersebut adalah salah satu keluarga yang di kabarkan hilang beberapa hari yang lalu," tambahnya.

Baca juga: Dikira Boneka Sawah, Warga Pencari Ikan Temukan Jenazah Kakek Mengapung di Sungai Dengkeng Klaten

Tidak Ditemukan Tanda Penganiayaan

Jenazah korban selanjutnya diperiksa oleh tenaga medis dari puskesmas setempat.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan warga.

"Diperkirakan waktu korban meninggal sudah 4 hari, dan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan," ucap Suwoto.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.