NEGARA, TRIBUN BALI.COM – Sebuah mobil pikap bermuatan kelapa muda mengalami kecelakaan out of control (OC) hingga terjun ke halaman rumah warga sedalam sekitar 10 meter di Banjar Pangkung Lubang, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pada Sabtu 6 Juni 2026 sore.
Peristiwa dramatis tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena kendaraan yang mundur tak terkendali itu menghantam bangunan suci merajan milik warga hingga mengalami kerusakan parah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sopir pikap dilaporkan selamat meski kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WITA di jalan pedesaan dengan kondisi tanjakan cukup curam.
Saat itu mobil pikap warna hitam bernomor polisi P 9745 VA yang dikemudikan I Putu Suyasa (32), warga Banjar Petapan Kaja, melaju dari arah selatan menuju utara sambil membawa muatan kelapa muda.
Baca juga: Kronologi Dua Sopir Berkelahi hingga Satu Tak Sadarkan Diri di Pelabuhan Gilimanuk Bali
Namun sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan diduga tidak kuat menanjak akibat beban muatan dan kondisi jalan.
Sopir kemudian kehilangan kendali saat kendaraan tiba-tiba bergerak mundur.
Dalam situasi panik, pikap terus bergerak mundur ke sisi kiri jalan dari arah selatan.
Kendaraan kemudian keluar badan jalan sebelum akhirnya terperosok ke halaman rumah milik Ni Nengah Latri (57) dengan kedalaman sekitar 10 meter.
Nahas, pikap tersebut langsung menghantam bangunan suci merajan warga yang terdiri dari bangunan kemulan dan taksu.
Suara benturan keras membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk melihat kejadian tersebut.
Kondisi kendaraan terlihat ringsek terutama pada bagian depan akibat benturan keras dengan bangunan merajan.
"Pikap tersebut mundur karena tak kuat nanjak kemudian menimpa Merajan milik warga," kata Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika saat dikonfirmasi, Minggu 7 Juni 2026.
Meski kecelakaan cukup parah, sopir pikap dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.
Namun bangunan merajan milik warga mengalami kerusakan cukup berat.
Selain itu, kendaraan pikap juga mengalami kerusakan parah setelah terjun ke halaman rumah warga.
"Sopir dalam keadaan selamat. Namun kondisi Merajan dan pikap rusak parah pasca kejadian tersebut," tandasnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian warga sekitar karena lokasi kecelakaan berada di jalur tanjakan sempit yang cukup rawan bagi kendaraan bermuatan berat.
(*)