TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Di tengah derasnya arus modernisasi yang membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat, Kota Magelang berupaya menjaga akar sejarah dan identitas budayanya melalui gelaran Magelang Tempo Doeloe (MTD) 2026.
Mengusung tema “Sang Legenda”, kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Kota Magelang pada 5-7 Juni 2026 itu menjadi ruang pertemuan antara sejarah, budaya, dan generasi masa kini.
Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso, mengatakan bahwa tema "Sang Legenda" dipilih bukan sekadar untuk menghadirkan nostalgia masa lalu, melainkan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
"Legenda bukan hanya tentang tokoh atau peristiwa besar. Legenda adalah tentang keteladanan, semangat perjuangan, dan warisan nilai yang terus hidup melampaui zamannya," ujar Sri Harso saat membuka Magelang Tempo Doeloe 2026, Jumat (5/6/2026) malam.
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, masyarakat perlu memiliki pijakan yang kuat agar tidak kehilangan jati diri.
"Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran hidup bagi masyarakat. Kita ingin Kota Magelang terus maju, terus berdaya saing, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat," katanya.
Sri Harso menilai sejarah memiliki peran penting dalam membentuk karakter sebuah kota. Karena itu, pelestarian sejarah tidak cukup hanya dilakukan melalui buku atau arsip, tetapi juga harus dihadirkan secara nyata di tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat bisa melihat, merasakan, dan memahami perjalanan panjang Kota Magelang. Dengan begitu akan tumbuh rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerahnya sendiri," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Imam Baihaqi, menjelaskan bahwa Magelang Tempo Doeloe memiliki tujuan yang lebih luas dibanding sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
"Kegiatan ini bukan hanya ajang nostalgia. Kami ingin menjadikan Magelang Tempo Doeloe sebagai media edukasi sejarah sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan sektor pariwisata Kota Magelang," jelas Imam.
Ia mengatakan, keberadaan pameran benda antik, kendaraan lawas, galeri foto sejarah, hingga kuliner tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Kota Magelang.
"Tujuan utama kami adalah meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi pelaku seni, budaya, dan UMKM lokal untuk berkembang," ujarnya.
Lebih jauh, Imam berharap kegiatan ini mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya yang dimiliki Kota Magelang.
"Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa Kota Magelang memiliki sejarah panjang yang patut dibanggakan. Dari pemahaman itu diharapkan tumbuh rasa cinta terhadap kota dan budayanya," katanya.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan mulai dari pameran benda antik, pameran kendaraan lawas, fragmen perjuangan, pertunjukan seni budaya, bincang sejarah, hingga jelajah sepeda tua dan city tour heritage.
Menurut Imam, keterlibatan berbagai komunitas dan kolektor menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan MTD tahun ini.
"Magelang Tempo Doeloe adalah hasil kolaborasi bersama. Ada pemerintah, BUMD, komunitas budaya, komunitas sepeda tua, kolektor barang antik, hingga pelaku UMKM yang bersama-sama menghadirkan suasana Magelang masa lalu kepada masyarakat," tuturnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup modern yang terus berubah, Magelang Tempo Doeloe menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak harus menghilangkan identitas yang dimilikinya.
"Masa depan yang kuat harus dibangun di atas fondasi sejarah yang kokoh. Itulah semangat yang ingin kami hadirkan melalui tema Sang Legenda," pungkas Sri Harso.
Ia menegaskan melalui Magelang Tempo Doeloe 2026, Kota Magelang tidak hanya mengajak masyarakat bernostalgia, tetapi juga mengajak mereka memahami bahwa sejarah dan budaya merupakan modal penting untuk menghadapi masa depan. Sebab, di balik setiap legenda yang diwariskan, terdapat nilai-nilai yang tetap relevan dan mampu menjadi penuntun di tengah perubahan zaman.