Nilai Impor DIY Turun 27,63 Persen pada April 2026
Yoseph Hary W June 07, 2026 08:14 PM

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nilai impor DIY pada April 2026 sebesar US$12,70 juta. Secara tahunan nilai impor DIY turun 27,63 persen.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih menerangkan barang impor DIY digunakan untuk bahan baku penolong, barang modal, dan barang konsumsi.

Nilai impor bahan baku penolong pada April 2026 sebesar US$11,22 juta barang modal sebesar US$0,37 juta, dan barang konsumsi sebesar US$1,11 juta.

Impor bahan baku penolong turun

"Penurunan nilai impor secara tahunan disebabkan oleh turunnya impor bahan baku penolong. Nilai impor bahan baku penolong turun 27,84 persen pada April 2026," terangnya.

Endang menyebut impor bahan baku penolong memiliki kontribusi terbesar, yakni 88,30 persen dari total impor DIY. Adapun komoditas unggulan impor bahan baku penolong ialah kain rajutan sebesar US$3,34 juta, kereta api, trem, dan bagiannya sebesar US$1,13 juta, dan filamen buatan sebesar US$1,10 juta.

Impor kain rajutan paling banyak berasal dari Tiongkok, Taiwan, dan Hong Kong. Sementara kereta api, trem, dan bagiannya diimpor dari Amerika Serikat. Impor filamen buatan paling banyak didatangkan dari Tiongkok dan Vietnam.

"Kain rajutan berkontribusi 26,29 persen mengalami penurunan 8,77 persen. Lalu kereta api, trem, dan bagiannya juga mengalami penurunan yaitu 8,89 persen. Kemudian filamen buatan mengalami penurunan 38,43 persen dengan share sebesar 8,68 persen," terangnya.

Turun 22,60 persen

Secara kumulatif hingga April 2026, nilai impor DIY adalah US$50,72 juta, sementara April 2025 lalu sebesar US$65,53 juta. Dengan demikian secara tahunan ada penurunan nilai impor sebesar 22,60 persen.

Penurunan ini disumbang oleh impor bahan baku penolong yang turun 22,22 persen, dan berkontirbusi 88,90 persen dari total impor DIY.

Selain bahan baku penolong, penurunan impor terjadi pada barang konsumsi yang turun 16,81 persen dan barang modal turun 40,05 persen.

"Selama Januari hinga April 2026, Tiongkok, Hong Kong, dan Amerika Serikat adalah pemasok utama, memasok 70,19 persen kebutuhan impor," pungkasnya. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.