TRIBUNJOGJA, MAGELANG - Saat sebagian besar orang kini tak bisa lepas dari smartphone dan internet berkecepatan tinggi, sebuah stand sederhana di Magelang Tempo Doeloe (MTD) 2026 justru mengajak pengunjung kembali ke masa ketika komunikasi masih mengandalkan tombol fisik, SMS berbayar, hingga pesan singkat melalui pager.
Stand koleksi handphone (HP) jadul menjadi salah satu titik yang paling banyak menarik perhatian pengunjung di Alun-Alun Kota Magelang. Berbagai perangkat komunikasi lawas dipajang, mulai dari Motorola generasi awal, Sony Ericsson, pager, hingga beragam seri Nokia yang pernah merajai pasar telepon seluler Indonesia.
Banyak pengunjung terlihat berhenti cukup lama di depan etalase koleksi tersebut. Sebagian mengenang masa muda mereka, sementara yang lain sibuk menjelaskan kepada anak-anaknya tentang cara berkomunikasi sebelum era smartphone hadir.
Penjaga stand, Guruh Asmoro, mengatakan lebih dari 200 perangkat komunikasi lawas dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
"Koleksinya dari tahun 1990-an sampai sekitar tahun 2008 masih ada. Jadi pengunjung bisa melihat perkembangan teknologi komunikasi dari masa ke masa," kata Guruh, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, sebagian perangkat yang dipamerkan masih berfungsi dengan baik meski usianya telah puluhan tahun.
"Masih aktif juga ada. Nokia masih hidup, Motorola juga ada yang masih bisa dipakai," ujarnya.
Di antara ratusan koleksi tersebut, telepon satelit menjadi salah satu barang yang paling banyak memancing rasa penasaran pengunjung.
"Yang paling menarik biasanya telepon satelit. Dulu ini termasuk barang mewah dan tidak semua orang bisa punya," katanya.
Guruh menjelaskan seluruh koleksi yang dipamerkan merupakan hasil berburu dan bertukar dengan sesama kolektor dari berbagai daerah selama lebih dari dua dekade.
"Saya mulai mengoleksi sejak awal tahun 2000-an. Ada yang dapat dari teman komunitas, ada yang berburu sendiri sampai luar kota," tuturnya.
Bahkan beberapa koleksi didapat dari luar Jawa Tengah.
"Paling jauh dari Surabaya dan Sidoarjo," katanya.
Meski banyak pengunjung tertarik untuk memiliki perangkat-perangkat tersebut, Guruh memastikan seluruh koleksi hanya dipamerkan sebagai sarana edukasi.
"Tidak dijual. Kami ingin memperkenalkan bagaimana perkembangan alat komunikasi dari masa ke masa," tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang (KTM), Bagus Priyana, mengatakan kehadiran stand HP jadul sejalan dengan tema MTD tahun ini, yakni "Sang Legenda".
"Kami ingin menghadirkan kenangan masa lalu yang mungkin sudah jarang ditemui masyarakat saat ini. Bagi generasi yang pernah mengalami, ini menjadi nostalgia. Bagi generasi muda, ini menjadi pembelajaran," ujarnya.
Menurut Bagus, Magelang Tempo Doeloe bukan hanya menghadirkan barang-barang lama, tetapi juga menghidupkan kembali cerita dan pengalaman yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
"MTD menjadi ruang bertemunya generasi lama dan generasi baru. Yang tua bisa bercerita, yang muda bisa belajar," katanya.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, deretan Nokia, Motorola, dan pager di sudut Alun-Alun Kota Magelang itu seakan mengingatkan bahwa sebelum era layar sentuh dan kecerdasan buatan, komunikasi pernah berlangsung dengan cara yang jauh lebih sederhana, namun tetap meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.