Ketua Satgas MBG TTU Minta SPPG Beli Bahan Pokok dari Petani dan Peternak  
Sipri Seko June 07, 2026 08:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, S. H meminta semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten TTU agar membeli bahan pokok makanan dari masyarakat di Kabupaten TTU.

Demi mewujudkan harapan ini, Kamillus sudah menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan untuk melakukan pendataan dan pemetaan produk peternak dan petani di Kabupaten TTU.

Pendataan dan pemetaan ini bertujuan memastikan produksi bahan pokok mencukupi untuk menjawabi kebutuhan dapur. Pasalnya, selama ini mayoritas bahan baku diambil dari luar wilayah Kabupaten TTU.

"Saya sudah sampaikan bahwa, kalau (bahan pokok) diambil dari luar wilayah Kabupaten TTU, kami sebagai kepala daerah tersinggung, seolah-olah kami sebagai kepala daerah tidak mampu mendorong petani menyediakan beras dan bahan pokok lainnya," ujarnya Sabtu, 6 Juni 2026.


Selain itu, Kamillus juga sudah meminta data kebutuhan beras dan bahan pokok lainnya setiap hari dari semua SPPG di Kabupaten TTU. Data kebutuhan ini nanti disandingkan dengan produksi para petani dan peternak.

Ia juga melarang SPPG untuk menggunakan daging frozen. Pasalnya, tidak dapat dipastikan daging frozen tersebut steril dari pengawet atau sebaliknya.

Di sisi lain, banyak peternak ayam di Kabupaten TTU yang bisa menyuplai kebutuhan daging ayam di setiap SPPG. Semestinya, SPPG tidak boleh membeli daging ayam dari luar wilayah.

Apabila SPPG menggunakan ayam yang diproduksi peternak di Kabupaten TTU, kata Kamillus, Dinas Peternakan bisa dilibatkan untuk mengecek kelayakan daging tersebut sebelum diolah.

"Dinas Peternakan ini nantinya memastikan ayam ini sehat kemudian dikarantina dan dipotong untuk dikelola di SPPG," ujarnya.

Ia menegaskan, pemberhentian operasional sementara tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten TTU dilakukan berdasarkan beberapa rekomendasi berbeda.

Dapur SPPG Susulaku disebabkan oleh dugaan keracunan yang dialami oleh siswa-siswi beberapa waktu lalu. Sedangkan operasional dua dapur lainnya, yakni SPPG Kefamenanu Tengah 1 dan SPPG Sasi 2 dihentikan sementara lantaran ada perbaikan mayor. (bbr)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.