Ditinggal Menyadap Karet, Empat Rumah Panggung Warga Tulung Selapan OKI Ludes Terbakar
tarso romli June 07, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG  – Kepanikan luar biasa melanda warga RT 05 Jalan Laut, Desa Gajah Mati, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (7/6/2026) pagi. Sebanyak empat unit rumah panggung milik warga setempat ludes terbakar dan rata dengan tanah akibat amukan si jago merah.

Peristiwa memilukan ini terjadi saat para pemilik rumah sedang tidak berada di tempat karena tengah pergi ke kebun untuk menyadap karet guna mencari nafkah.

Melihat kobaran api yang membesar, warga sekitar langsung menunjukkan aksi solidaritas tinggi.

Mengetahui rumah dalam keadaan kosong, warga dengan sigap mendobrak masuk untuk menyelamatkan harta benda berharga, termasuk mengevakuasi sejumlah sepeda motor milik korban agar tidak ikut terpanggang.

Saking besarnya kobaran api yang melahap material kayu bangunan panggung, empat rumah tersebut tidak berhasil diselamatkan dan hanya menyisakan puing-puing arang hitam legam.

Bahkan, satu rumah warga lainnya terpaksa dirusak sebagian oleh warga demi memutus perambatan api.

Camat Tulung Selapan, Ricat, mengonfirmasi bahwa warga sengaja merusak dan melepas paksa dinding rumah milik Nadi (45) yang posisinya sangat dekat dengan pusat api.

"Tindakan cepat ini terpaksa dilakukan warga agar api tidak ikut merambat lebih luas ke pemukiman lain. Alhamdulillah, berkat gotong royong warga, api akhirnya berhasil dipadamkan," ujar Ricat saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

Baca juga: Kebakaran Rumah Panggung di Pampangan OKI, Satu Warga Luka Bakar pada Kaki

Diduga Korsleting dari Rumah Lansia

Lebih lanjut, Ricat menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran dahsyat ini adalah akibat korsleting atau arus pendek listrik.

Percikan api diduga kuat berasal dari rumah seorang lansia bernama Rosian (75).

Karena material bangunan didominasi kayu, api dengan sangat cepat membesar lalu merambat ke tiga rumah di sebelahnya, masing-masing milik Cirwan (50), Kunuk (48), dan Supardi (70).

"Untuk korban jiwa dipastikan tidak ada. Kendaraan bermotor juga berhasil diselamatkan berkat kesigapan warga yang membantu evakuasi. Sementara untuk jumlah kerugian materil, saat ini masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait," beber Ricat.

Korban Mengungsi
Kini, keempat kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal tersebut harus rela mengungsi dan menumpang sementara waktu di rumah kerabat terdekat mereka.

Pihak pemerintah kecamatan juga telah melaporkan musibah ini secara resmi ke Bupati OKI untuk penanganan dan penyaluran bantuan logistik darurat.

"Laporan tertulis sudah kami teruskan ke pihak kabupaten. Semoga para korban bisa segera mendapatkan bantuan untuk meringankan beban mereka. Kami dari unsur kecamatan turut berduka sedalam-dalamnya, semoga seluruh korban diberikan kesabaran dan ketabahan," harap Camat.

Menutup keterangannya, Ricat mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Tulung Selapan untuk selalu memeriksa kembali kondisi instalasi listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah.

"Musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja. Apalagi saat ini kondisi cuaca mulai memasuki musim kemarau. Bukan hanya keamanan rumah dari korsleting listrik saja yang harus diwaspadai, tetapi lahan perkebunan juga harus dijaga ketat agar tidak memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," pungkasnya.

Baca juga: Kebakaran Rumah Panggung di Pampangan OKI, Satu Warga Luka Bakar pada Kaki

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.