TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Video sebuah mobil Fortuner hitam rusak diamuk massa beredar di media sosial.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (6/6/2026) sore di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Suasana jalan berubah mencekam ketika massa bringas mengamuk merusak mobil.
Mereka beringas mengamuk di sekitar puteran Bata, Kelurahan Kebon Kacang.
Sejumlah warga ada yang nekat menaiki kap mesin mobil, menendang bodi, hingga menghantam kaca depan hingga hancur berantakan.
Narasi yang beredar hal itu disebut-sebut berkaitan soal tabrak lari namun belum jelas.
Personel Polsek Tanah Abang langsung meluncur ke lokasi guna meredam situasi dan menyelamatkan pengemudi dari potensi aksi main hakim sendiri.
Namun, saat dievakuasi petugas, kondisi sang pengemudi justru mengundang tanda tanya besar.
"Orang tua dari pengemudi tiba di Mapolsek 20 menit setelah kami lakukan pemeriksaan. Sebab, anaknya (pengemudi) tidak bisa diajak komunikasi, kondisinya seperti orang linglung," ungkap Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, Minggu (7/6/2026).
Tatapan kosong dan ketidakmampuan sang pengemudi untuk menjelaskan kronologi kejadian membuat polisi harus menahan informasi mendalam terkait pemicu awal aksi pengejaran tersebut.
Spekulasi mengenai kondisi medis atau tekanan psikologis berat yang dialami sang pengemudi di balik kemudi Fortuner itu pun berembus kencang.
Vidi Manalu, yang tercatat sebagai pemilik sah kendaraan tersebut, memilih langkah tak biasa.
Ia justru enggan membuat laporan polisi.
Setelah mendampingi anaknya yang masih dalam kondisi syok dan linglung,
Vidi memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan tanpa memperpanjang urusan di meja hijau.
"Pemilik kendaraan tidak membuat laporan atas insiden perusakan tersebut. Kemudian pemilik membawa anaknya pulang berikut mobilnya yang rusak," tambah AKBP Dhimas Prasetyo.
Meski demikian, pihak penyidik Polsek Tanah Abang menegaskan akan tetap mendalami penyebab pasti keributan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada korban luka lain yang ditinggalkan di jalanan.