Dikebut Siang Malam! Sekolah Rakyat Singkawang Sudah 58 Persen, Siap Rampung 20 Juni
Dhita Mutiasari June 08, 2026 09:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG –  Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengapresiasi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat yang berlokasi di Kota Singkawang.

Apresiasi tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, usai meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Singkawang pada Jumat 5 Juni 2026 malam.

Menurut Herzaky, perkembangan pembangunan menunjukkan hasil yang sangat positif dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.

• Dukung Anak Kurang Mampu, Pemerintah Siapkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas

Progres Pembangunan Sudah Mencapai 58 Persen

Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan Sekolah Rakyat terus mengalami peningkatan signifikan.

Herzaky menyebut perkembangan pekerjaan setiap hari berada di atas 2,5 persen.

Hingga malam peninjauan, progres pembangunan telah mencapai 58 persen.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target pada 20 Juni 2026.

"Tadi malam progres pembangunan sudah mencapai 58 persen dan jika dihitung secara matematis, kami optimistis pekerjaan dapat tuntas sesuai target pada 20 Juni mendatang," ujar Herzaky.

Wujud Dukungan Program Prioritas Presiden

Herzaky menilai percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bukti komitmen berbagai pihak dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan dukungan pendidikan dari pemerintah.

Jumlah Pekerja Bertambah Jadi 1.300 Orang

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, jumlah tenaga kerja di lapangan terus ditingkatkan.

Saat ini, sekitar 1.300 pekerja terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat Singkawang, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berjumlah sekitar 900 orang.

Penambahan tenaga kerja dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.

Kualitas dan Keselamatan Kerja Tetap Jadi Prioritas
Meski pembangunan dikebut, pemerintah menegaskan kualitas bangunan dan aspek keselamatan kerja tidak boleh diabaikan.

Herzaky menekankan pentingnya menjaga mutu konstruksi sekaligus memastikan seluruh pekerja menjalankan aktivitas sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Kami ingin ada percepatan, tetapi tetap mengedepankan kualitas pekerjaan serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja," tegasnya.

Apresiasi untuk Dedikasi Para Pekerja

Herzaky juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.

Menurutnya, dedikasi para pekerja yang bekerja siang dan malam menjadi faktor utama dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai jadwal.

Ia menilai semangat dan kerja keras para pekerja menjadi kunci keberhasilan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang.

Pemerintah Terus Kawal Proses Pembangunan

Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum serta seluruh pihak terkait.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, selesai tepat waktu, dan memiliki kualitas yang baik.

Herzaky optimistis Sekolah Rakyat di Kota Singkawang dapat segera rampung dan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Herzaky didampingi Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Romi Firman, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, serta perwakilan pemerintah daerah.

Menteri PU Target Selesai Tahun Ajaran Baru

Dukungan tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan target penyelesaian pembangunan dapat tercapai tepat waktu pada 20 Juni 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang, Kamis 28 Mei 2026. Tiga Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di Kalbar meliputi SR Pontianak, SR Singkawang, dan SR Pemprov Kalbar. Adapun SR Singkawang dan SR Pemprov Kalbar berada di wilayah Kota Singkawang.

Menteri Dody mengatakan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam dukungan pendanaan dan tenaga kerja di tengah waktu pelaksanaan yang sangat terbatas.

“Saya mengapresiasi dukungan Danantara, khususnya Pak Dony Oskaria, yang membantu mendorong dukungan pendanaan agar pekerjaan di lapangan bisa terus berjalan.

Saya juga berterima kasih kepada Panglima TNI atas bantuan tenaga yang diberikan untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Menteri Dody.

Menurut Menteri Dody, dukungan tersebut sangat membantu dalam mengatasi berbagai tantangan di lapangan, terutama terkait kebutuhan tenaga kerja dan percepatan pengadaan material konstruksi.

“Kalau dukungan pendanaan dan tenaga tersedia, progres pekerjaan tentu bisa lebih cepat. Karena itu kami terus berkoordinasi agar seluruh kebutuhan percepatan dapat terpenuhi,” ujar Menteri Dody.

Di tengah percepatan pembangunan yang berpacu dengan waktu, Menteri Dody menegaskan Kementerian PU tetap optimistis seluruh pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat dapat diselesaikan tepat waktu sehingga dapat mulai digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

“Harus optimistis. Kalau saya tidak optimistis, bagaimana yang lainnya? Optimisme itu yang pertama supaya kita bisa berpikir apa yang harus dikerjakan agar selesai tepat waktu,” katanya.

Menteri Dody menambahkan kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan percepatan dapat segera dipenuhi sekaligus memastikan progres pekerjaan sesuai laporan yang diterima.

“Saya ingin memastikan apa yang kurang dan apa yang belum. Jadi laporan yang saya terima bukan sekadar laporan di atas kertas, tetapi saya cek langsung di lapangan supaya semuanya bisa ter-deliver on time,” ujar Menteri Dody.

Berdasarkan data progres per 27 Mei 2026, secara keseluruhan realisasi kumulatif pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat mencapai 45,95 persen.

Untuk Sekolah Rakyat Kota Pontianak progres tercatat 48,35 persen, Sekolah Rakyat Kota Singkawang 45 persen, dan Sekolah Rakyat Pemprov Kalimantan Barat di Kota Singkawang mencapai 44,03 persen.

Khusus Sekolah Rakyat Pemprov Kalimantan Barat di Kota Singkawang, proyek dibangun di atas lahan seluas 6,31 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.365 meter persegi.

Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana KSO WIKA-CIPTA-WEGE dengan nilai kontrak sebesar Rp223,89 miliar.

Untuk mengejar target penyelesaian, strategi percepatan terus dilakukan melalui penambahan tenaga kerja hingga 1.200 orang dengan sistem dua shift kerja, pembangunan batching plant onsite, serta penambahan alat berat seperti excavator, truck mixer, mobile crane, dan concrete pump.

Menteri Dody juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat. Dukungan kepala daerah dinilai sangat membantu penyelesaian berbagai persoalan di lapangan, mulai dari penyediaan lahan hingga percepatan perizinan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan Pemerintah Kota Singkawang siap terus mengawal percepatan pembangunan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.

“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang dan masyarakat Kota Singkawang, kami berterima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah datang langsung meninjau progres pembangunan. Kami akan terus membantu dan mengawal proses pengerjaannya agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujar Tjhai Chui Mie.

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat serta mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.