TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertahanan (Perkimtan) Sulawesi Barat, Maddareski Salatin mengungkapkan alasan maskapai Batik Air kini menghentikan rute Mamuju - Makassar.
Selain penumpang sepi, penyebabnya yang lain adalah Pemprov Sulawesi Selatan tak ingin subsidi silang dalam bentuk anggaran dengan pemprov Sulawesi barat.
Maddareski menyebutkan Pemprov Sulbar sebelumnya telah menjajaki komunikasi intensif dengan Pemprov Sulawesi Selatan, untuk membahas opsi subsidi silang demi menyelamatkan rute tersebut.
Baca juga: Batik Air Stop Terbang Mamuju - Makassar Penumpang Sepi Gantinya Wings Air
Baca juga: Dapur MBG di Jl Sultan Hasanuddin Pasangkayu Nyaris Terbakar Korsleting Listrik Komponen Tua dan Aus
Namun, kesepakatan subsidi urung berjalan.
"Ternyata Pemerintah Provinsi Sulsel tidak memberikan subsidi dalam bentuk anggaran. Mereka hanya menyediakan dan memfasilitasi rute serta slot penerbangan harian yang kita butuhkan. Artinya, penerbangan saat ini berjalan murni komersial tanpa subsidi," jelas Maddareski.
Menurut Maddareski, langkah komersial tanpa subsidi ini juga diambil belajar dari pengalaman sebelumnya.
Subsidi yang sempat dikucurkan pemerintah daerah, ternyata tetap tidak mampu memenuhi target keterisian penumpang yang diharapkan pihak maskapai.
Dampak dari sepinya penumpang membuat jadwal penerbangan di Bandara Tanpa Padang, Mamuju, sempat menjadi tidak menentu.
Sehingga jadwal tiga kali seminggu (Rabu, Jumat, Minggu) sering dibatalkan sepihak oleh maskapai di hari Rabu jika kuota kursi tidak terpenuhi.
Hal ini kerap merugikan masyarakat, khususnya bagi penumpang yang mengejar penerbangan lanjutan (connecting flight) ke Jakarta melalui Makassar.
Maskapai Wings Air dengan pesawat pesawat baling-baling jenis ATR 72-nya akan Kembali mengudara di Mamuju - Makassar, menggantikan maskapai Batik Air yang memutuskan berhenti beroperasi di rute ini.
Batik Air berhenti melayani penumpang rute Makassar - Mamuju begitupun sebaliknya, karena okupansi penumpang sangat sedikit.
Sepinya penumpang yang ingin terbang Mamuju - Makassar membuat keterisian kursi (load factor) makin menurun.
Hal ini memberatkan operasional pesawat, mengingat Batik Air menggunakan pesawat berukuran besar A330-300 hingga B737-8/800.
"Batik Air untuk sementara tidak ada lagi (beroperasi). Hal ini karena melihat dari jumlah penumpang yang terus mengalami penurunan," ujar Maddareski saat ditemui di ruang kerjanya, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar, Senin (8/6/2026).
Jadwal penerbangan harian terbaru yang disepakati adalah Makassar - Mamuju berangkat pukul 08.25 WITA dan Mamuju - Makassar berangkat pukul 09.40 WITA.
Pesawat ATR 72 milik Wings Air memiliki kapasitas total 72 kursi, dengan target keterisian rata-rata minimal 70 penumpang per penerbangan agar rute ini tetap sehat secara bisnis. (*)