BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030 menghadirkan tiga bakal calon dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda.
Mereka berasal dari rumpun ilmu ekonomi, kedokteran, dan teknik kimia, serta memiliki rekam jejak kepemimpinan yang beragam di lingkungan kampus maupun dunia profesional.
Ketiga nama yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor adalah Prof Ahmad, Dr Iwan Aflanie, Prof Muthia Elma.
Di antara tiga nama tersebut, Prof Ahmad merupakan sosok petahana. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu saat ini menjabat sebagai Rektor ULM periode 2022-2026.
Akademisi kelahiran Enrekang, Sulawesi Selatan tersebut telah mengabdi sebagai dosen di ULM sejak 1995. Sebelum menjadi rektor, Ahmad pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik periode 2014-2018.
Baca juga: Rapat Senat Ditunda, Panitia Pilrek ULM Tunggu Hasil Konsultasi ke Kemendiktisaintek
Baca juga: BREAKING NEWS- Kejati Kalsel Geledah Kantor Dinas ESDM Kalsel di Banjarbaru, Didampingi Anggota TNI
Latar belakang keilmuan manajemen membuat Ahmad banyak berkecimpung dalam bidang tata kelola organisasi, pengembangan kelembagaan, serta pengelolaan sumber daya perguruan tinggi.
Sementara itu, Iwan Aflanie datang dengan rekam jejak panjang di bidang akademik, organisasi profesi, dan manajemen perguruan tinggi.
Pria kelahiran Banjarmasin, 14 September 1973 itu merupakan alumnus Fakultas Kedokteran ULM.
Selain menempuh pendidikan kedokteran, ia juga menyelesaikan pendidikan hukum sebelum melanjutkan studi magister kedokteran forensik di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan program doktor di Universitas Airlangga.
Di lingkungan ULM, karier kepemimpinan Iwan berkembang secara bertahap. Ia pernah menjabat Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran ULM, Koordinator Kepaniteraan Klinik, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, hingga Wakil Dekan Bidang Akademik.
Iwan juga pernah memimpin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banjarmasin periode 2012–2016 serta menjadi Ketua Gugus Tugas Covid-19 Fakultas Kedokteran ULM pada masa pandemi.
Pada 2020, ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kedokteran ULM sebelum kemudian dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik ULM pada 2022, membantu Rektor Ahmad.
Nama terakhir yang masuk dalam bursa Pilrek ULM adalah Prof Muthia Elma. Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik ULM itu menjadi satu-satunya perempuan yang maju dalam kontestasi kali ini.
Berbeda dengan dua kandidat lainnya yang dikenal melalui jalur birokrasi kampus, Muthia lebih banyak dikenal sebagai peneliti dan ilmuwan.
Ia menempuh pendidikan sarjana di bidang Teknik Kimia sebelum melanjutkan studi magister di Ecole des Mines de Nantes, Prancis, dan meraih gelar doktor dari The University of Queensland, Australia.
Di dunia akademik, Muthia dikenal sebagai pendiri Materials and Membranes Research Group (M2ReG), kelompok riset yang fokus pada pengembangan teknologi membran, pengolahan air, desalinasi, serta pengelolaan limbah berbasis lingkungan lahan basah.
Selain aktif melakukan penelitian dan publikasi internasional, ia juga memiliki pengalaman manajerial sebagai Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan Pascasarjana ULM periode 2019–2023.
Saat ini Muthia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) ULM.
Meski demikian, penetapan calon masih menunggu jadwal. Pasalnya, jumlah pendaftar masih berada di bawah ketentuan minimal empat bakal calon, sebagaimana diatur dalam Peraturan Senat ULM Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor ULM Periode 2026–2030.
Ketua Panitia Pilrek ULM, Prof Ifrani mengatakan, konsultasi dengan kementerian rencananya berlangsung pada Kamis (11/6/2026) mendatang.
Hasil konsultasi tersebut akan menjadi dasar penentuan kelanjutan tahapan Pilrek berikutnya.
“Setelah konsultasi dengan kementerian, baru akan kami sampaikan jadwal terbaru, termasuk terkait penetapan calon,” ujarnya kepada Bpost, Senin (8/6/2026).
Sebelumnya, Senat ULM menjadwalkan rapat tertutup bakal calon rektor pada 10 Juni 2026 dan pengumuman hasilnya kepada publik pada 12 Juni.
Namun, dengan belum terpenuhinya syarat minimal jumlah pendaftar, tahapan tersebut untuk sementara ditunda sambil menunggu arahan dari kementerian.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)