TRIBUNJABAR.ID - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar Pasar Kreatif Bandung mulai hari ini, Senin (8/6/2026).
Pasar Kreatif Bandung adalah wadah bagi pelaku usaha lokal untuk menampilkan dan memasarkan produk kreatif mereka dan termasuk ke dalam rangkaian Bulan Belanja Bandung.
Berbagai produk yang turut hadir dalam Pasar Kreatif Bandung ini seperti fesyen, aksesoris, dekorasi rumah, kriya, hingga kuliner.
Dilansir dari Instagram Disdagin Kota Bandung, Pasar Kreatif Bandung 2026 digelar sepanjang bulan Juni hingga Agustus di delapan mall se-Kota Bandung.
Kick-off atau Pasar Kreatif Bandung 2026 pertama digelar di Paris Van Java (PVJ) Mall pada hari ini, 8 Juni sampai tujuh hari ke depan, tepatnya 14 Juni.
Berikut adalah jadwal Pasar Kreatif Bandung 2026:
1. PVJ
Tanggal: 8–14 Juni 2026
2. 23 Paskal
Tanggal: 12–21 Juni 2026
Baca juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, Pasar Kreatif Bandung 2026 Kejar Target Rp10 M
3. Ciwalk
Tanggal: 19–28 Juni 2026
4. Summarecon Mall Bandung (Summaba)
Tanggal: 26 Juni–5 Juli 2026
5. Trans Studio Mall (TSM)
Tanggal: 6–12 Juni 2026
6. D'Botanica
Tanggal: 10–19 Juli 2026
7. Festival Citylink (Feslink)
Tanggal: 17–26 Juli 2026
8. Kings
Tanggal: 24 Juli–2 Agustus 2026
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan, untuk mengejar target tersebut, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan nilai transaksi selama pelaksanaan Pasar Kreatif Bandung tahun ini.
"Targetnya masih kami upayakan agar bisa di atas Rp10 miliar, meskipun kami tetap melihat kondisi dan situasi ekonomi yang ada," ujar Ronny, Jumat (5/6/2026).
Pihaknya optimis daya beli masyarakat dan antusiasme pengunjung akan mampu mendukung pencapaian target tersebut, meski menghadapi tantangan kondisi ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat.
"Pasar Kreatif Bandung 2026 menjadi wadah regenerasi bagi pelaku usaha lokal. Tahun ini, sekitar 32 persen peserta ditargetkan berasal dari pelaku usaha baru yang belum pernah mengikuti kegiatan serupa," katanya.
Selain membuka peluang bagi peserta baru, Disdagin juga menjaga keberagaman produk yang ditampilkan agar tidak didominasi oleh satu jenis komoditas tertentu.
Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada pengunjung sekaligus memperluas kesempatan promosi bagi berbagai sektor usaha.
"Kadang terdapat pelaku usaha lama yang kembali ikut serta, namun tetap kami upayakan adanya regenerasi dan pelaku usaha baru."
"Banyak alumni Pasar Kreatif Bandung yang kini telah naik kelas, bahkan sebagian sudah mampu melakukan ekspor," ucap Ronny.
Ia berharap Pasar Kreatif Bandung dapat terus menjadi sarana pengembangan UMKM lokal sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga menembus pasar internasional karena jumlah tenant cukup banyak.
"Jumlah tenant di setiap lokasi akan disesuaikan dengan kapasitas area yang tersedia, terutama di area atrium mal. PVJ menjadi lokasi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni sekitar 60 pelaku usaha," katanya.
Baca juga: Terbuat dari Bahan Lokal, Produk Gluten Free Ini Dipamerkan diajang Pasar Kreatif Bandung
(Tribunjabar.id/Rheina, Hilman Kamaludin)