Harga Kacang-kacangan di Pasar Pekanbaru Masih Stabil, Warga Memilih Berhemat
Firmauli Sihaloho June 08, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga beberapa kebutuhan pokok seperti kacang tanah, kacang kedelai tik banyak mengalami perubahan di pasar di Pekanbaru. Harga yang disebut pedagang masih fluktuatif atau naik turun.

Pantauan Tribunpekanbaru.com di Pasar Tangor Jalan Lintas Timur, harga kacang-kacangan masih rata-rata atau tidak mengalami saat ini.

Lia, salah seorang pedagang sembako, kepada Tribunpekanbaru.com mengungkapkan harga kacang-kacangan justru tergantung pada pemasoknya.

"Untuk kacang tanah malah turun. Kini harganya Rp 30 ribu per kilo, yang sebelumnya Rp  33 ribu. Itu tergantung juga pada modal yang diberikan oleh pemasok," ujarnya.

Untuk kacang kedelai juga pada harga Rp 11 ribu per kilo. Harga tersebut juga tidak mengalami kenaikan. Harga ketan hitam juga tidak naik. Kini dihargai Rp 24 ribu per kilo 

"Kenaikannya terjadi secara bertahap. Demikian juga kalau harga turun juga terjadi secara bertahap, " ungkap Lia.

Sementara itu, pantauan untuk harga bawang putih dan bawang merah, menurut Lia, ada kenaikan. Bawang putih kini dijual Rp 36 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 30 ribu.

Bawang merah besar dijual Rp 20 ribu per kilo. Untuk bawang merah kecil, dari harga sekira Rp 35 ribu per kilo, menurut Lia, bisa mencapai Rp 38 ribu.

Baca juga: Penyelundupan Ratusan Koli Ballpress Baju Bekas dari Malaysia Senilai Rp 3,9 Miliar Digagalkan

Baca juga: Karhutla di Riau Jadi Perhatian, BNPB Kirim Dua Helikopter, Sikorsky dan Black Hawk

Memilih Berhemat 

Terkait dengan beberapa harga sembako yang mengalami kenaikan, warga memilih untuk berhemat. Usaha itu dilakukan dengan cara membeli sesuai kebutuhan dan dalam jumlah sedikit.

"Kadang harus mengurangi porsi untuk yang dimasak. Selain itu juga dengan mencari alternatif bahan-bahan yang akan dimasak," ungkap Wina, warga Jalan Bukit Barisan.

Menurutnya, harga sembako dalam beberapa hari ini memang ada yang baik, namun juga ada yang turun. Karena itu, ia mengantisipasi dengan memastikan kebutuhan saja.

"Belanja yang betul-betul dihitung lagi. Kadang sengaja distok juga untuk bahan yang tidak mudah busuk," ujarnya 

Hal senada juga disampaikan Tika. Warga Jalan Obor, Pekanbaru, ini mengaku memilih berhemat. Menurutnya, dengan kondisi keuangan yang tidak jelas dan sembako yang naik, lebih banyak mengurangi pengeluaran.

"Tetap masak sehari-hari. Tapi tetap hemat dengan memilih kebutuhan yang diperlukan saja. Kalau distok juga gak semuanya. Cukup bumbu atau bahan yang bisa dimasukkan kembali pendingin," ujarnya (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.