TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Grup band Ungu memilih untuk fokus melakukan efisiensi internal ketimbang menaikkan tarif manggung di tengah kondisi ekonomi yang sedang mengalami tekanan.
Langkah ini diambil agar aktivitas bermusik mereka tetap berjalan tanpa membebani pasar.
Manajer sekaligus pemain bas Ungu, Makki Parikesit, menilai bahwa menaikkan harga panggung bukanlah solusi yang tepat di saat masyarakat dan pelaku usaha sedang berupaya melakukan penghematan di tengah ekonomi yang lagi seret.
"Agak anti-logis kalau solusinya adalah meningkatkan harga panggung maupun produk terkait lainnya untuk menyikapi kondisi ekonomi hari ini," kata Makki saat dihubungi awak media, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Kunci Gitar Para Pencari Mu - Ungu: Menjalani Hitam Putih Hidupku, Membuatku Mengerti
Baca juga: Kunci Gitar Lagu Sesungguhnya - Ungu: saat Dunia Berhenti Berputar
Melihat situasi tersebut, Ungu lebih memilih untuk melakukan efisiensi dan rasionalisasi biaya operasional.
Langkah ini dinilai jauh lebih realistis dibanding menaikkan tarif yang justru berpotensi memberatkan promotor maupun pihak penyelenggara acara.
"Kami lebih memilih untuk efisiensi dan rasionalisasi biaya," ujarnya.
Di sisi lain, Makki menekankan pentingnya pemulihan ekonomi agar tidak berdampak semakin signifikan terhadap para pelaku seni.
Ia mengingatkan bahwa dalam situasi sulit, industri hiburan merupakan sektor yang paling rentan terdampak.
"Musik dan hiburan sebagai barang konsumsi tersier akan selalu menjadi yang pertama untuk dikeluarkan dari daftar kebutuhan, apabila kebutuhan primer dan sekundernya belum terpenuhi dan pulih," ucap Makki.
Meskipun enggan berkomentar terlalu jauh mengenai makroekonomi saat ini, Makki berharap ada solusi terbaik yang mampu menciptakan ekosistem industri musik yang sehat, efisien, ramah biaya, sekaligus memberikan ruang seluas-luasnya bagi para musisi untuk terus berkarya.
(Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah)