Merawat Prinsip 'Jas Merah' Lewat Ziarah Pahlawan Nasional di Momen HUT Ke-79 Pemkot Yogya
Yoseph Hary W June 08, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kota Yogyakarta, Senin (8/6/26). 

Agenda yang diikuti Wali Kota bersama para asisten, kepala dinas, hingga mantri pamong praja ini digulirkan sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemkot Yogyakarta.

Wali Kota Hasto Wardoyo pun menekankan pentingnya prinsip Jas Merah, atau jangan sekali-kali melupakan sejarah, bagi para pemegang kebijakan di masa kini.

Belajar dari sejarah

Menurutnya, menghormati jejak sejarah bukan sekadar rutinitas, melainkan komitmen untuk terus belajar dari rekam jejak para pendahulu.

​"Kita ini harus 'jas merah' ya, jangan melupakan sejarah. Itu penting. Karena kita itu memimpin, berjuang harus selalu belajar dari pendahulu. Kalau tidak belajar pada pendahulu, dengan cara mengenang dan menyimak kembali track record-nya, banyak pemimpin-pemimpin itu jatuh di lubang yang sama," ujarnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Hasto bersama rombongan menyambangi dan mendoakan sejumlah makam pahlawan nasional yang dikebumikan TMP Kusumanegara. 

Di antaranya adalah makam Panglima Besar Jenderal Sudirman, Oerip Soemohardjo, Menteri Soepeno, serta pahlawan revolusi Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono.

Secara khusus, Hasto mengenang sosok Jenderal Sudirman sebagai figur pejuang luar biasa, yang memiliki ketulusan dan kesucian hati selama memimpin gerilya.

​"Beliau adalah pejuang yang sungguh luar biasa, karena dengan kesuciannya, beliau itu bisa sangat licin untuk tidak jadi ditangkap oleh penjajah Belanda waktu itu. Sehingga kesucian, keikhlasan, ketulusan itu harus dicontoh oleh orang-orang sekarang," urainya.

Ziarah ke makam mantan wali kota

​Selanjutnya, rombongan berziarah ke makam Wali Kota Yogyakarta periode 1981-1986, Soegiarto yang berlatar belakang prajutit TNI dan sukses meletakkan dasar-dasar pembangunan kokoh di Kota Pelajar.

​Suasana haru sekaligus bangga pun tampak saat Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter, berdiri di depan makam pahlawan nasional Prof. dr. M. Sardjito. 

​"Saya juga mengunjungi guru saya, Profesor Sardjito. Beliau pahlawan nasional, karyanya sungguh luar biasa. Beliau yang meletakkan dasar berdirinya Rumah Sakit Sardjito, sekaligus meletakkan dasar berdirinya Fakultas Kedokteran UGM," ungkapnya.

"Kebetulan saya sebagai dokter, saya juga harus meneruskan kebaikan beliau sebagai cara untuk memberikan amal jariyah untuk beliau dengan cara meneruskan kebaikannya," pungkas Wali Kota. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.