102 Kebakaran di Bandar Lampung sepanjang 2026, Catat Nomor Layanan Damkar Berikuti Ini
Robertus Didik Budiawan Cahyono June 08, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 102 kejadian kebakaran terjadi sepanjang periode 1 Januari hingga 7 Juni 2026.

Baca juga: Langkah Damkarmat Bandar Lampung Hadapi Dampak Musim Kemarau, Siapkan Bantuan Air Bersih

Oleh karena banyaknya kejadian kebakaran, masyarakat wajib mencatat nomor layanan Damkar melalui nomor telepon 0721-252741 maupun WhatsApp 0811-729-444.

Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan dari ratusan peristiwa kebakaran tersebut tidak terdapat korban meninggal dunia.

Namun, sebanyak lima orang mengalami luka-luka dan 42 jiwa atau 18 kepala keluarga terdampak langsung akibat kebakaran.

"Total luas area yang terbakar mencapai 2.315 meter persegi dengan taksiran kerugian materiil sebesar Rp1,262 miliar," kata Anthoni, Senin (8/6/2026).

Untuk menangani seluruh kejadian kebakaran tersebut, Damkarmat Kota Bandar Lampung mengerahkan 188 unit mobil pemadam dan 146 tangki mobil air.

Berdasarkan data yang dihimpun, April menjadi bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi selama semester pertama 2026.

Pada bulan tersebut tercatat 42 kasus kebakaran atau hampir 41 persen dari total kejadian yang terjadi sepanjang tahun berjalan.

Lonjakan kasus pada April juga diikuti tingginya nilai kerugian yang mencapai Rp823,5 juta, terbesar dibandingkan bulan lainnya.

Selain itu, luas area yang terbakar mencapai 728 meter persegi.

Dalam proses penanganannya, petugas mengerahkan 60 unit mobil pemadam dan 37 tangki air, jumlah tertinggi sepanjang periode pelaporan.

Sementara itu, pada Mei 2026 jumlah kejadian menurun menjadi 14 kasus.

Meski demikian, dampak terhadap warga justru menjadi yang tertinggi dengan 21 jiwa atau tujuh kepala keluarga terdampak akibat kebakaran.

Kerugian akibat kebakaran pada Mei ditaksir mencapai Rp288,55 juta dengan luas area terbakar mencapai 682 meter persegi.

Adapun pada pekan pertama Juni 2026, tepatnya hingga 7 Juni, telah terjadi 10 kasus kebakaran.

Peristiwa tersebut berdampak pada tiga jiwa dari satu kepala keluarga dan menyebabkan satu orang mengalami luka-luka.

Dari sisi objek yang terbakar, bangunan penduduk menjadi salah satu kategori yang paling rentan.

Tercatat 16 kejadian awal kebakaran terjadi pada bangunan penduduk dan mengakibatkan 19 unit bangunan terbakar.

Selain itu, terdapat tujuh kejadian pada bangunan umum yang berdampak pada 29 unit bangunan, tiga kejadian pada bangunan industri dengan lima unit terdampak, serta empat insiden kebakaran kendaraan yang menghanguskan sembilan unit kendaraan.

Namun, kategori lain-lain mendominasi jumlah kejadian dengan 69 kasus dan total 103 objek terdampak kebakaran.

Anthoni menjelaskan, faktor korsleting atau gangguan instalasi listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Bandar Lampung sepanjang 2026.

Data Damkarmat menunjukkan sebanyak 70 kejadian kebakaran dipicu oleh faktor listrik. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penyebab lainnya.

Sementara itu, faktor lain-lain menjadi penyebab 17 kejadian kebakaran, disusul kompor sebanyak delapan kasus, pembakaran sampah enam kasus, serta satu kejadian yang dipicu oleh puntung rokok.

Melihat tingginya kasus akibat korsleting listrik, Anthoni mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mencegah terjadinya kebakaran.

"Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala sangat penting untuk meminimalkan risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran," ujarnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.