SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah dirasakan para pedagang pentol dan bakso yang ada di Kota Batu.
Pasalnya, saat ini harga tepung tapioka atau tepung kanji yang menjadi salah satu bahan utama membuat pentol dan bakso mengalami kenaikan signifikan.
Dari pantauan SURYAMALANG.COM di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Jawa Timur, kenaikan harga tepung telah terjadi sejak dua pekan lalu dari Rp 9.000 per Kg, kini naik menjadi Rp 13.000.
Sedangkan untuk harga tepung terigu naik Rp 1.000 dari Rp 11.000 jadi Rp 12.000 per Kg.
Naiknya harga tepung ini diakui membuat bakul pentol menjerit.
Seperti yang dikatakan pedagang pentol di Jalan Dewi Sartika Kota Batu bernama Cumis.
Kondisi ini membuatnya tak bisa berbuat banyak.
Baca juga: Dampak Rupiah Melemah, Harga Tepung di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Naik Ugal-ugalan
“Harga tepung kanji naik terus. Kayak kami gini (bakul pentol) bisa berbuat apa?"
"Mau gak beli tepung ya mana bisa. Malah nanti gak jualan."
"Jadi mau gak mau ya tetap jualan meski berat," kata Cumis kepada SURYAMALANG.COM, Senin (8/6/2026).
Sementara itu, pedagang bakso keliling di Kota Batu, Nanda mengaku, terpaksa harus mengurangi ukuran bakso yang ia produksi agar tak merugi karena naiknya harga tepung.
“Biar rasanya tetap namun tidak merugi ya mau tidak mau saya kurangi ukuran baksonya."
"Pembeli yang sudah langganan sempat tanya kenapa ukurannya jadi agak agak kecil, tapi mereka paham harga bahan pokok sekarang naik,” jelas Nanda.
Tepung beras premium 5 Kg juga naik dari Rp 76.000 menjadi Rp 78.000.
Sedangkan untuk harga minyak goreng dan gula saat ini di Pasar Induk Among Tani tergolong aman alias belum ada kenaikan signifikan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serikat.
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Kota Malang Mengalami Fluktuatif, Pedagang dan Warga Rasakan Dampaknya