Wali Murid Panik Datangi Posko SPMB Disdik Kota Semarang, Yuni: Ada Gangguan Server
deni setiawan June 08, 2026 07:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gangguan server di hari awal pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Semarang memicu kepanikan beberapa orangtua atau wali murid.

Mereka lantas mendatangi Kantor Disdik Kota Semarang untuk memastikan proses pendaftaran anak mereka tetap bisa berjalan.

Kendala teknis tersebut juga membuat para guru dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini ikut turun tangan mendampingi wali murid.

Salah satunya Yuni, Kepala KB IT Nurul Ilmi, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang.

Baca juga: Hari Pertama SPMB TK dan SD di Semarang, Sudah Ada 6.300 Pendaftar

• 5 OPD Pemprov Jateng Disemprit BPK RI: Belum Patuhi Aturan Laporan Keuangan

Yuni mengatakan, sementara sistem daring belum dapat digunakan karena server mengalami gangguan. Proses pendaftaran tetap diupayakan melalui bantuan petugas Disdik.

"Orangtua, wali murid membawa fotokopi KK, Akte Kelahiran, kemudian ijazah. Insya Allah sudah teratasi."

"Belum bisa online karena servernya masih error. Mungkin kalau sudah bisa, insya Allah pendaftaran online juga bisa."

"Ini sudah ditangani oleh Disdik," ujarnya di sela mengantre di Posko SPMB Disdik Jalan Dr Wahidin Nomor 118 Kota Semarang, Senin (8/6/2026).

Menurut Yuni, gangguan terjadi karena masalah pada basis data sistem sehingga pengguna tidak bisa masuk ke pendaftaran online.

"Tidak bisa masuk. Database yang bermasalah. Itu harus dibenahi terlebih dahulu," katanya.

Dia juga tak menampik jika para wali murid khawatir karena masa pendaftaran yang terbatas.

Kondisi itu membuat para guru ikut mendampingi orangtua yang datang ke kantor dinas.

"Kalau sudah dibenahi mungkin bisa online lagi, tapi namanya wali murid kan ngejar gurunya," ungkapnya.

Di tengah gangguan sistem, antrean pendaftar terus bertambah. Saat berada di lokasi, Yuni menyebut nomor antrean telah mencapai puluhan.

"Tadi sudah banyak, sudah nomor antrean ke-45," katanya.

Dari KB IT Nurul Ilmi, diperkirakan terdapat sekira 17 anak yang akan melanjutkan ke sekolah negeri melalui jalur SPMB tahun ini.

Yuni menjelaskan, seluruh guru di lembaganya turut membantu proses pendampingan agar orangtua tidak kebingungan menghadapi kendala teknis yang muncul.

"Ini kami membantu mengurus, (bersama) wali murid," ujarnya.

SPMB 2026 - Suasana posko SPMB 2026 di Kantor Disdik Jalan dr Wahidin Nomor 118, Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Senin (8/6/2026). SPMB jenjang TK dan SD di Kota Semarang resmi dibuka mulai Senin (8/6/2026) pukul 00.01.
SPMB 2026 - Suasana posko SPMB 2026 di Kantor Disdik Jalan dr Wahidin Nomor 118, Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Senin (8/6/2026). SPMB jenjang TK dan SD di Kota Semarang resmi dibuka mulai Senin (8/6/2026) pukul 00.01. (TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah)

Dia menilai respons Disdik juga cukup cepat dengan mengarahkan wali murid membawa dokumen persyaratan dan membantu proses input data secara langsung.

"Jadi dikumpulkan semuanya dari pendidik sama wali murid suruh datang membawa fotokopi KK dan ijazah."

Insya Allah sudah tertangani. Tadi yang keluar katanya langsung di online-kan melalui dinas," tuturnya.

Di sisi itu, Yuni menyebut tidak ada kendala lain yang dialami calon peserta didik. Hambatan utama hanya terletak pada sistem pendaftaran yang belum dapat diakses secara normal.

"Enggak ada," ucapnya yang tengah mengantre bersama sejumlah kepala sekolah lain.

• Komisi C DPRD Kota Semarang Soroti Tata Kelola Sampah dan Infrastruktur Hijau

Ketidaksesuaian Data

Menurut Sekretaris Disdik Kota Semarang Ali Sofyan, salah satu persoalan yang paling banyak ditemui adalah ketidaksesuaian data kependudukan sehingga data calon peserta didik tidak dapat terbaca oleh sistem.

"Kalau belum bisa masuk itu biasanya terjadi karena adanya perbedaan data. Mungkin NIK yang bermasalah."

"Kalau KK, satu huruf saja atau satu angka saja tidak sama, itu sampai kapan tidak akan bisa masuk," kata Ali.

Untuk membantu penyelesaian masalah tersebut, kata dia, Disdik membuka posko terpadu yang melibatkan Dispendukcapil, Dinsos, serta sejumlah layanan pendukung lainnya.

"Makanya rata-rata mereka langsung ke sini dan teman-teman di sini sudah siap untuk mengkomunikasikan dengan Dispendukcapil untuk disinkronkan," ujarnya.

Menurut Ali, masyarakat yang telah memiliki KK Kota Semarang pada umumnya dapat melakukan pendaftaran secara daring tanpa harus datang ke sekolah maupun kantor dinas.

"Kalau anak-anak yang memang sudah memiliki KK, orangtuanya KK Kota Semarang itu mereka bisa langsung online seperti ini."

"Jadi tidak perlu datang ke dinas ataupun ke satuan pendidikan," katanya.

Untuk diketahui, dalam SPMB 2026 ini, terdapat ribuan kuota siswa di sekolah negeri maupun swasta.

Kuota di sekolah negeri, untuk TK sebanyak 489 siswa, SD 14.520 siswa, dan SMP 11.582 siswa.

Sedangkan sekolah swasta, kuota TK sebanyak 1.200 siswa, SD 1.880 siswa, dan SMP 3.850 siswa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.