Freeport Indonesia Gresik Buat Kagum Auditor Negara Asia dalam Tata Kelola Sumber Daya Mineral
Dyan Rekohadi June 08, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Operasional smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik membuat kagum auditor negara dari berbagai negara Asia. 

Kekaguman itu terlontar saat auditor perwakilan negara dari berbagai negara Asia berkunjung ke Gresik bebrapa waktu lalu.

Baca juga: 16 Tim SMA di Gresik Ikuti Turnamen Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026

Delegasi Kagumi Komitmen Lingkungan PTFI

Sebanyak 16 peserta Delegasi Asian Organization of Supreme Audit Institutions - Working Group on Environmental Auditing (ASOSAI WGEA) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia mengunjungi smelter itu untuk mengetahui pengelolaan sumber daya mineral, proses pemurnian bernilai tambah, dan aspek lingkungan di industri pertambangan.

Agenda Audit Lingkungan Asia di Surabaya Perwakilan BPK menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Kick-Off Meeting ASOSAI Working Group on Environmental Auditing (WGEA) 7th Cooperative Environmental Audit yang berlangsung di Surabaya pada 2–4 Juni 2026.

Para peserta berasal dari Tiongkok, Papua Nugini, Oman, Myanmar, Pakistan, dan Indonesia.

 “Saya melihat yang dilakukan PTFI merupakan pencapaian yang luar biasa. PTFI mampu menunjukkan keseimbangan antara kontribusi terhadap penerimaan negara dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Moeed Ali, perwakilan Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara (Supreme Audit Institution/SAI) Pakistan, Direktur Jenderal Audit (Perubahan Iklim dan Lingkungan) saat kunjungan ke smelter PTFI seperti dikutip dari rilis yang diterima SURYA.CO.ID, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Bupati Gresik Gus Yani Minta SPPG Perhatikan Dampak Lingkungan Program MBG

 

PTFI Tunjukkan Praktik Pertambangan Terintegrasi 

Dalam kunjungan itu, Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi menjelaskan operasional pertambangan yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir yang mencakup kegiatan penambangan, pengolahan, hingga pemurnian di smelter dari hulu hingga ke hilir.

"Kami sangat terhormat menerima kunjungan dari ASOSAI WGEA dan BPK RI. Kehadiran para peserta ini merupakan bentuk pengakuan terhadap implementasi good governance serta komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan terintegrasi hulu-hilir yang berkelanjutan," kata Jenpino. 

Delegasi meninjau langsung fasilitas smelter untuk melihat teknologi pemurnian mineral, standar keselamatan, dan perlindungan lingkungan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.