Festival Jamu Nusantara berlangsung di Hutan Kota GBK Jakarta pada 6-7 Juni 2026. Tak hanya jamu, pengunjung juga bisa menikmati aktivitas seru lainnya.
---
Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini
---
Intisari Online.com - Sejarah Indonesia mencatat, aktivitas meracik jamu diperkirakan sudah ada sejak zaman dahulu.Bukti-bukti itu disebut telah ada sejak zaman Hindu-Buddha.
Salah satu buktinya di relief Candi Borobudur yang mulai dibangun pada abad ke-8 Masehi. Pada dinding candi,terdapat relief yang menggambarkan proses pembuatan jamu, seperti menumbuk tanaman, memerasnya, serta menyajikannya kepada raja atau keluarga bangsawan.
Hal ini membuktikan bahwa jamu sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jawa kuno. Berdasarkan informasi yang kami rangkum, buti lain bahwa ativita meracik jamu sudah da dari dulu dalah di Prasasti Madhawapura di era Majapahit.
Di dalam Prasasti itu disebutkan adanya profesi bernama "Acaraki". Itu adalah sebutan untuk orang yang ahli meracik dan membuat jamu.
Dulu jamu selalu identik dengan orang tua. Tapi seiring berkembangnya waktu, jamun tak melulu soal orang tua dan ketika badan sakit saja.
Citra dan stigma jamu yang kuno dan pahit seketika runtuh pada akhir pekan kemarin. Bertempat di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, diselenggarakan agenda jamu herbal bertajuk "Festival Jamu Nusantara 2026", berlangsung dari Sabtu hinga Minggu, 6 hingga 7 Juni 2026.
Festival dua hari itu tidak hanya menawarkan pameran produk herbal statis, melainkan menyajikan pengalaman interaktif yang sangat kaya pengalaman. Beberapa zona dan aktivitas seru ada di Festival Jamu Nusantara dan diminati pengunjung seperti Jamu Free Flow Corner.
Di zona ini, pengunjung bisa mencicipi berbagai racikan jamu segar sepuasnya secara gratis. Pengunjung juga bisa melihat ibu-ibu laskar jamu peracik jamu tradisional membagikan jamu gratis sambil mengedukasi khasiat rempah secara langsung kepada pengunjung.
Ada juga aktivitas Jamu Fit Fest berupa sesi olahraga bersama di pagi hari. Mulai dari yoga, zumba, poundfit, hingga fun run dan fun walk pada hari Minggu. Rangkaian Aktivitas ini dipadukan dengan kesegaran minum jamu setelah beraktivitas fisik.
Ada juga kompetisi unik adu kreativitas yang tidak biasa. Mulai dari kompetisi para peracik minuman (Mixologist Jamu) hingga Estafet Permainan Nusantara. Tak heran bila Festival Jamu Nusantara kali ini mengusung tema besar "The Rise of Jamu Culture".
Meski begitu, festival ini juga tidak melupakan akarnya dan membuktikan bahwa ramuan tradisional Indonesia mampu beradaptasi zaman. Di bawah teduhnya Hutan Kota GBK siang kemarin, segelas jamu kini resmi menjadi simbol baru gaya hidup sehat dan keren bagi kaum urban.
