TRIBUN-SULBAR.COM - Infrastruktur jaringan dan masalah area tanpa sinyal (blank spot) masih menjadi tantangan besar di Sulawesi Barat, jelang gelaran Piala Dunia 2026 yang akan dilaksanakan di tiga negara yakni Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.
Total 104 pertandingan akan disiarkan secara penuh.
Tantangan terbesar di Sulbar saat ini adalah keterbatasan infrastruktur.
Baca juga: Wamenaker Ingatkan Mahasiswa Ijazah Tak Cukup di Dunia Kerja Harus Miliki Kompetensi & Sertifikasi
Baca juga: Tolak Tambang Logam Tanah Jarang Selamatkan Lingkungan dan Masa Depan Mamuju
Official Broadcaster dalam hal ini TVRI sebenarnya telah memiliki empat stasiun transmisi, yakni di Pasangkayu, Mamasa, Majene, dan Mamuju.
Melalui pemancar ini, sekitar 60 persen lebih masyarakat Sulbar diklaim bisa mengakses siaran digital.
Sayangnya, untuk tayangan komersial seperti Piala Dunia, aturan melarang siaran digital tersebut didistribusikan ulang lewat TV kabel lokal—kecuali jika TV kabel tersebut memiliki lisensi resmi.
Sialnya, hasil pelacakan menunjukkan mayoritas izin TV kabel di Sulbar tidak sesuai peruntukan.
Opsi lain, melalui kerjasama Official Broadcaster dengan telkomsel, telah masyarakat dapat mengakses melalui MAXStream TV berbayar.
Sehingga ada ruang bagi pihak yang igin melaksanakan nobar, tentunya melakukan registrasi terlebih dahulu.
Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar menyebutkan tantangan saat ini adalah area blankspot.
Berdasarkan data Pemprov, saat ini masih ada 12 persen wilayah atau sekitar 80 desa di kawasan pegunungan dan pesisir Sulbar yang masuk kategori blank spot.
"Penanganan infrastruktur intervensi blank spot ini dipengaruhi berbagai faktor. Selain anggaran, juga soal medan," jelas Ridwan.
Sebagai solusi cerdas agar masyarakat di pelosok tetap bisa menikmati euforia sepak bola, Pemprov Sulbar kini tengah membangun koordinasi dengan berbagai pihak untuk membuka ruang Nonton Bareng (Nobar) resmi.
Langkah ini ditujukan baik untuk pihak swasta, dengan catatan harus tetap memperhatikan regulasi yang ada.
Untuk itu pula, kata Ridwan, Pemprov Sulbar juga akan memaksimalkan sosialisasi terkait cara agar masyarakat dapat menonton piala dunia secara resmi, serta edukasi masayarakat terkait regulasi yang harus dipatuhi.
Terakhir, sebagaimana diharapkan Gubernur Sulbar, momentum piala dunia diharapkan dapat disaksikan seluruh masyarakat serta dapat mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.
"Kalau bisa semua menikmati, semua gembira, dan paling penting bagi kami itu bisa berkontribusi menggerakkan ekonomi lokal. Manfaatkan momentum ini untuk menaikkan value bagi UMKM,. Surat Edaran pak Gubernur arahnya kesitu; disamping tertib juga menggerakkan ekonomi lokal dan berharap semakin banyak nobar semakin bagus, yang penting sesuai ketentuan," ucap Ridwan. (*)