Kemampuan seorang wanita di China mengolah cokelat menjadi karya seni menuai pujian. Ia berhasil membuat replika lukisan kuno terkenal dari 60 kg cokelat.
Cokelat tak selalu berakhir di meja makan. Ada yang mengubahnya menjadi karya seni menakjubkan. Kreasi berbahan cokelat tak hanya hadir dalam bentuk kue atau praline.
Seorang wanita di China sukses mencuri perhatian setelah membuat replika tiga dimensi dari lukisan kuno terkenal menggunakan 60 kilogram cokelat.
Wanita yang dikenal dengan nama samaran Fan Sumu itu viral setelah membagikan video karya terbarunya pada akhir Mei lalu.
Video tersebut meraih sekitar satu juta tanda suka di media sosial karena menampilkan miniatur kota kuno yang terinspirasi dari lukisan legendaris Along the River During the Qingming Festival.
Wanita Ini Bikin Miniatur Lukisan Kuno dari 60 Kg Cokelat Foto: ctdsb.net
|
Dikutip dari South Morning China Post (3/7) lukisan tersebut merupakan karya pelukis Zhang Zeduan dari Dinasti Song Utara (960-1127).
Karya seni itu dikenal luas sebagai salah satu lukisan paling terkenal dalam sejarah China karena menggambarkan kehidupan masyarakat serta pemandangan di sepanjang Sungai Bian, yang melintasi ibu kota Bianjing pada masa itu.
Fan tidak hanya menggunakan cokelat untuk mewujudkan proyek ambisius tersebut. Ia juga memadukan fondant dan kertas beras agar detail miniatur terlihat semakin menyerupai lukisan aslinya.
Sebelumnya, pada tahun lalu, Fan pernah membuat versi kecil dari sebagian lukisan sebelum akhirnya memutuskan membuat replika lengkap yang dikerjakan selama tiga bulan.
Hasilnya sangat mengesankan. Karya tersebut memiliki lebar sekitar 1,22 meter dan panjang mencapai tujuh meter.
Di dalamnya terdapat 176 bangunan, 281 pohon, lebih dari 20 perahu, serta 816 figur manusia yang dibuat dengan detail rumit.
"Setiap rumah memiliki tinggi sekitar 10 hingga 20 sentimeter, sementara figur manusianya hanya sekitar 2 sentimeter," ujar Fan.
Ia menambahkan bahwa jendela terkecil lebarnya kurang dari 1 sentimeter.
Wanita ini menghabiskan waktu 3 bulan untuk membuat karya seninya. Foto: ctdsb.net
|
Tingkat kerumitan karya itu terlihat dari detail-detail kecil yang dibuat secara manual. Bahkan tali yang digunakan untuk menarik gerobak dibuat setipis rambut manusia.
"Saya memasukkan cokelat leleh ke dalam kantong semprot lalu mengeluarkannya perlahan hingga membentuk tali sebelum cokelat mengeras," jelasnya.
Proses pembuatannya juga tidak berjalan mulus. Awalnya Fan mengerjakan proyek tersebut di ruang tamu rumahnya.
Namun seiring ukuran miniatur yang semakin besar, ia terpaksa menyewa rumah yang lebih luas sekitar 25 kilometer dari lokasi awal.
Saat proses pemindahan berlangsung, sebagian karya rusak dan patah. Kondisi itu membuat Fan harus mengulang beberapa bagian dari awal. Meski begitu, ia tetap melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.
Menariknya, perempuan kelahiran 1995 itu tidak memiliki latar belakang seni rupa. Ia merupakan lulusan jurusan perdagangan internasional dan sebelumnya dikenal sebagai food blogger.
Seluruh keterampilan membuat miniatur cokelat dipelajarinya secara mandiri melalui video-video di internet.
Sebelum proyek ini, Fan juga pernah membuat berbagai miniatur bangunan terkenal dari cokelat, seperti Hall of Supreme Harmony di Kota Terlarang Beijing, Pagoda Yingxian di Provinsi Shanxi, hingga Menara Eiffel di Paris.
Hasil karya seninya yang dibuat selama 3 bulan dengan 60 kg cokelat. Foto: ctdsb.net
|
Ia bahkan membuat replika sejumlah lukisan terkenal, termasuk One Thousand Li of Rivers and Mountains serta Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.
Ke depan, Fan berencana membuat lebih banyak miniatur arsitektur tradisional China.
"Saya ingin mempelajari lebih banyak tentang hal ini dan mencari cara agar semakin banyak orang memahami arsitektur tradisional China," katanya.
Karya Fan pun menuai pujian dari netizen. Banyak yang menilai karya tersebut begitu luar biasa hingga layak diajukan sebagai rekor dunia.
"Karya yang sangat luar biasa, saya takjub melihatnya," tulis netizen.
"Indah sekali, ini karya terindah yang pernah saya lihat," sahut netizen lainnya.








