Bahas Harga TBS, Menteri Pertanian Panggil Daerah Penghasil Sawit
Eti Wahyuni June 08, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution merespon soal harga Tandan Buah Sawit (TBS) yang terus mengalami penurunan. Menurutnya, Menteri  Pertanian sedang melakukan pemanggilan ke daerah penghasil sawit ke Jakarta. 

"Setahu saya hari ini (kemarin) Pak Menteri Pertanian memanggil kami daerah-daerah penghasil sawit untuk membahas itu," jelasnya, Senin (8/6/2026).

Dijelaskannya, dalam rapat tersebut, yang diminta hadir langsung Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan. 

"Dan saat ini yang dipanggil langsung Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan. Dan Kepala  Dinas kita lagi di sana," ucapnya.

Untuk itu, kata Bobby, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait solusi serta hal lainnya agar harga TBS kembali normal.

"Kita akan melihat arahan dari  pemerintah pusat untuk hasilnya dan akan ditindaklanjuti nantinya," katanya. 

Baca juga: Harga Tempe & Tahu di Pasar Medan Masih Stabil, Pengamat: Pengrajin Mulai Tertekan Kenaikan Kedelai

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung menyoroti soal keluhan para petani sawit soal harga TBS terus mengalami penurunan.

Menurutnya, turunnya harga sawit itu disebabkan kebijakan satu pintu mengelola ekspor, maka banyak eksportir tidak melakukan pembelian, sehingga berdampak terhadap harga.

Tadinya, kata Fariz, produksi bisa diserap banyak, tapi kini terbatas, dan mereka masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pertanian.

Ia pun menyebutkan, saat ini masih transisi, dan berharap segera bisa diadaptasikan dengan situasi saat ini.

“Kalau kata Menteri Pertanian, ini masa transisi tidak begitu lama sehingga adaptasi terhadap harga TBS bisa normal kembali, itu harapannya,” kata Fariz, Senin (1/6/2026).  

Akan tetapi, Pemerintah Provinsi Sumut terus berupaya dengan langkah-langkah yang dilakukan, yakni mengawal, monitoring, dan pengawasan secara berkala serta ketat di lapangan.

“Agar harga-harga dengan situasi transisi ekspor satu pintu itu tidak dipermainkan di tingkat petani. Itu yang kita lakukan,” tegas Fariz.

Dikatakannya, upaya tersebut dilakukan berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), sehingga petani-petani tidak dirugikan terlalu jauh.

Tidak hanya itu, memperkuat pengawasan pihaknya juga menggandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), dan pabrik kelapa sawit di Sumut, harga itu jangan sampai terlalu jauh dari yang diharapkan.

“Ini kita lakukan. Kita tidak bisa terlalu jauh. Mudahan-mudahan segera membaik,” ujar Fariz.

Dia juga menyampaikan bahwa pengawasan terhadap harga pupuk yang biasa dipakai petani sawit bisa terjaga dengan baik. Fariz memastikan harga pupuk subsidi sudah ditetapkan harganya dan Pemerintah menjamin pupuk subsidi harganya stabil dan aman.

Harga pupuk memang semakin mahal karena terdampak dari perang Amerika Serikat, Israel dengan Iran, sampai sekarang belum stabil, termasuk juga bahan bakar minyak.

“Pabrik pupuk di Indonesia masih menggunakan sebagian besar bahan bakar minyak. Kita berharap situasi di Timur Tengah bisa normal, karena dampaknya sangat signifikan,” jelasnya. 

Diketahui, harga TBS di tingkat petani saat ini berkisar Rp 2.500 per kg. Harga itu turun dari sebelumnya Rp 3.300 per kg. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.