Teror Maling Pembobol Outlet Kopi di Surabaya, Ini Ciri Pelaku yang Sama dari 10 Kejadian
Dyan Rekohadi June 08, 2026 09:32 PM

 


SURYA.CO.ID, SURABAYA
- Maling pembobol outlet olahan kopi merajalela di kota Surabaya.

Tercatat 10 outlet yang berlokasi di wilayah Surabaya Timur dan Surabaya Selatan dibobol oleh penjahat yang diduga merupakan sosok pelaku yang sama.

Tindak pencurian di outlet itu tercatat terjadi saat dini hari.

Sosok maling outlet itu terekam CCTV.

Bahkan, ada satu outlet yang disatroni pelaku sebanyak tiga kali dalam sepekan. 

Baca juga: Sasar Kawasan Perkantoran, Pelaku Pencurian Besi Tandon Air di Surabaya Utara Dibekuk Polisi

 

Rutin Dibobol Maling 


Wakil Kepala Cabang Outlet Kopi Surabaya, Alvin Ezar Zalfie menceritakan, aksi pembobolan outlet kopi terjadi setiap tiga atau empat hari. 

Bahkan, ada sebuah outlet yang berada di kawasan Kelurahan Gading, dibobol pelaku sebanyak tiga kali, selama kurun waktu sepekan. 

Delapan lokasi outlet terdapat rekaman CCTV.

Sedangkan dua outlet lainnya, tidak terekam, karena si pelaku diduga kuat merusak instalasi kabel kamera CCTV dari luar. 

"Aksi jam 1-2  kecuali di Sono Kwijenan, beraksi jam 4-5 (pagi), karena di dekat TKP Ada orang bongkar muat gudang. Ada outlet di Gading, dibobol 3 kali. Pertama, dicuri mesin kocok," ujar Alvin saat ditemui di outletnya, Senin (8/6/2026). 

Baca juga: Tri Rismaharini Kenang Sosok Visioner Prof Johan Silas Sebagai Perintis Surabaya

 

Daftar Outlet Kopi yang Dibobol

Teror maling outlet Kopi diketahui terjadi pertama kali pada tanggal 30 April 2026, di outlet di kawasan Kelurahan Sono Kwijenan. 

Lalu, pencurian terjadi di outlet di kawasan Kelurahan Gebang Putih pada 9 Mei 2026. 

Selanjutnya, pencurian terjadi outlet di Kelurahan Penjaringan Sari pada 10 Mei 2026. 

Ada pula outlet kawasan Kelurahan Jagir pada 12 Mei 2026.

Tak cuma itu, pada akhir Mei 2026, di kawasan Kupang dan Dukuh Kupang.

Berlanjut Kebraon, dan tiga kali di outlet kawasan Kelurahan Gading.

 

Kejadian Pembobolan Outlet Kopi Surabaya :

  1. 30 April 2026, di outlet di kawasan Kelurahan Sono Kwijenan. 
  2. 9 Mei 2026, di outlet di kawasan Kelurahan Gebang Putih
  3. 10 Mei 2026, outlet di Kelurahan Penjaringan Sari
  4. 12 Mei 2026 outlet kawasan Kelurahan Jagir 
  5. Akhir Mei 2026, di kawasan Kupang
  6. Mei 2026 di Kawasan Dukuh Kupang
  7. Mei 2026, di Kawasan Kebraon
  8. Mei 2026 , tiga kali pencurian di outlet kawasan Kelurahan Gading

Baca juga: Polrestabes Surabaya Tembak Tiga Pelaku Curanmor yang Beraksi di Lima Lokasi

 

Modus Pembobolan Outlet Kopi


Alvin menerangkan, pelaku kerap merobek lapisan besi pada sisi belakang ruangan kontener outlet.

Sosok pelaku di 10 outletnya, diduga sama. 

Pelaku memakai sebuah tuas kunci Tang untuk merobek lapisan dinding belakang outlet. 

Ia mengetahui hal itu, karena pihaknya menemukan tuas yang tertinggal di dekat outlet. 

"Ada tang potong yang ketinggalan. Ada tang karet, gak bisa dicek sidik jari. Ada 3 tang yang ketinggalan," jelasnya. 

Mengenai jumlah pelakunya, Alvin menduga kuat jumlahnya lebih dari satu orang. Meskipun terdapat satu orang yang terekam CCTV di dalam ruangan outlet selama beraksi. 

Menurutnya, sangat mustahil, seorang pelaku bisa membawa banyak barang curian dari outletnya seorang diri. Karena, setiap beraksi, pelaku selalu mengambil televisi 43 inci, mesin kasir, dan tablet kasir. 

"Untuk kerugian kurang lebih sekitar 36-an juta, Itu total setelah kita hitung dari invoice pembelian," katanya. 

 

Ciri-Ciri Pelaku


Khusus pelaku yang bertindak sebagai eksekutor pencurian atau pembobolan outlet sebenarnya ciri-cirinya bisa dikenali dari rekaman CCTV.

Alvin mengungkapkan, pelaku diduga berusia kisaran 30-an tahun. 

Posturnya tinggi, cukup berisi. Terkadang, memakai masker dan topi.

Terdapat ciri yang khas dari pelaku ini, yakni luka pada bagian kepala sisi kanan.

"Pelaku usia 30-an. Ada luka di kepala sisi kanan. Masker kadang dibuka. Tubuh agak berisi, tinggi tubuh 168 cm," ungkapnya. 

 

Lapor ke Polsek hingga Polrestabes Surabaya


Alvin sudah melaporkan kasus pencuroan ke markas Kepolisian setempat, ke Polsek-Polsek sesuai lokasi.

Bahkan, ia juga sempat membuat laporan secara gabungan ke Mapolrestabes Surabaya, beberapa waktu lalu. 

"Saya awal laporan ke Polsek Tambaksari. Kalau keseluruhan total Saya laporannya ke polrestabes," jelasnya. 

Ia berharap para pelaku dapat segera ditangkap, agar tidak lagi ada outlet milik tempatnya bekerja dan milik warga lain yang menjadi sasaran pembobolan selanjutnya. 


Sayembara Berhadiah untuk Kenali Pelaku

Alvin juga membuka sayembara kepada seluruh warga Surabaya untuk bisa segera mengungkap pelaku pembobol outlet kopi jaringannya.

Ia bakal beri ganjaran hadiah uang tunai jutaan rupiah bagi yang mengenal wajah pelaku dan memberikan informasi keberadaannya,

"Kami sudah sesuai SOP, gembok double saat closing. Kami sudah sayembara untuk RT dan RW kalau pelaku bisa ditangkap bakal dikasih reward," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.