Penyeberangan Ujung Surabaya-Kamal Bangkalan Bertahan di Tengah Melemahnya Rupiah
Dwi Prastika June 08, 2026 09:32 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menembus Rp18.181, tarif penyeberangan kapal lintasan Ujung Surabaya-Kamal Bangkalan belum mengalami perubahan, Senin (8/6/2026).

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya memastikan, belum ada rencana kenaikan tarif, meski tekanan biaya operasional dan fluktuasi ekonomi global terus berlangsung.

Layanan penyeberangan Surabaya-Madura ini tetap dipertahankan sebagai alternatif transportasi publik bagi masyarakat.

Kepala Departemen Bisnis dan Pelayanan ASDP Cabang Surabaya, M Reza Falevi mengatakan, penyeberangan Surabaya-Madura, melalui Dermaga Ujung ke Pelabuhan Kamal merupakan alternatif, selain bisa melalui Jembatan Suramadu. 

“Kapal penyeberangan masih menggunakan BBM solar subsidi, sampai dengan saat ini belum ada kenaikan tarif penyeberangan apapun. Belum ada dampak efek domino dari kenaikan dolar yang berada di kisaran Rp18.000,” ujar Reza saat ditemui di Pelabuhan Ujung Surabaya, Senin (8/6/2026).

Reza menjelaskan, dalam sehari, kapal yang beroperasi yakni KMP Jokotole, rata-rata melayani 12 trip, dimulai dari jam 06.00 WIB, sampai pukul 18.00 WIB.

“Kalau dari sisi Kamal, Madura, penyeberangan dimulai dari jam genap, jam 06.00 WIB, 08.00 WIB, 10.00 WIB, dan 12.00 WIB. Kemudian dari sisi Ujung Surabaya, dari jam 07.00 pagi sampai jam 17.00 WIB. Rata-rata per trip kurang lebih 20 orang penumpang,” jelasnya

Baca juga: Rupiah Melemah, Gapasdap Banyuwangi Berharap Kenaikan Tarif Tiket Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Dirinya menambahkan, kenaikan tarif tiket melewati proses pembahasan sesama asosiasi, sampai dengan tingkat sosialisasi kepada masyarakat.

“Jika ada rencana pengajuan kenaikan tarif, maka pihak pengelola kapal, atau asosiasi seperti Gapasdap, INFA, akan mengajukannya ke pelabuhan dan Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.

Kendati tingkat okupansi penumpang relatif terbatas, ditambah lagi dihadapkan situasi pelemahan rupiah, pihaknya tetap mempertahankan layanan penyeberangan, sebagai bagian dari pelayanan transportasi publik untuk masyarakat Surabaya dan Madura.

Baca juga: Ukuran Tempe di Bangkalan Semakin Tipis Terhimpit Dolar AS, Harga Kedelai Impor Merangkak Naik

Pertahankan Layanan

Reza berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan dukungan berupa subsidi operasional, demi layanan penyeberangan Ujung-Kamal tetap beroperasi.

“Secara bisnis sebenarnya layanan ini tidak memberikan keuntungan dan cenderung merugi. Namun kami tetap mempertahankan aset dan layanan ini agar masyarakat di Kamal maupun Surabaya tetap memiliki alternatif transportasi penyeberangan,” tandas Reza.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.