Rumah Bedeng 6 Pintu di Asrama Zibang Kota Prabumulih Hangus Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
tarso romli June 08, 2026 08:27 PM

Baca juga: Satu Orang Terluka dalam Tragedi Kebakaran Rumah di Sekayu Muba


SRIPOKU.COM, PRABUMULIH  – Musibah kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026) siang sekira pukul 14.30 WIB. Sebanyak enam pintu rumah bedeng kayu di Asrama Zibang, Jalan Melati, RT 05 RW 01, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, ludes dilalap si jago merah hingga rata dengan tanah.

Bangunan yang didominasi material kayu membuat kobaran api dengan sangat cepat merambat dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.

Akibatnya, tidak ada barang berharga milik para penghuni yang berhasil diselamatkan dari amukan api.

Adapun identitas enam kepala keluarga yang harus kehilangan tempat tinggal dalam musibah ini antara lain Darmanto alias Doyok (36), Median Anggraini (38), Esana (65), Sawaludin (59), Darna (55), dan Idwuan (40).

Dugaan sementara, kebakaran dahsyat ini dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik yang bersumber dari salah satu kamar bedeng kontrakan yang ditempati oleh Esana.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh salah seorang penghuni bedeng, Darmanto alias Doyok.

Saat itu, ia baru saja keluar dari kamar mandi dan mendadak melihat kobaran api sudah membesar dari dinding rumah di sebelahnya.

Melihat bahaya mengancam, Doyok langsung bergerak cepat mengevakuasi anak dan istrinya keluar dari bangunan, sembari berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.

Kesaksian serupa disampaikan oleh Median Anggraeni, penghuni bedeng lainnya.

Ia mengaku melihat kepulan asap dan api pertama kali muncul di bagian dapur sebelah kiri rumah milik Esana.

"Begitu melihat api di bagian dapur rumah sebelah, saya tidak sempat memikirkan harta benda lagi dan langsung lari keluar untuk menyelamatkan diri," ungkap Median terpukul.

Hanya dalam hitungan menit setelah para penghuni berhasil menyelamatkan diri, kobaran api langsung mengamuk ganas dan mengurung seluruh kompleks bedeng Asrama Zibang yang terletak tepat di belakang Gereja Oikumene Pertamina tersebut.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Ogan Baru Kertapati, Satu Warga Sebatang Kara Sakit Struk Tewas Terjebak

5 Unit Mobil Damkar Dikerahkan ke Lokasi

Upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim gabungan. 

Sebanyak 3 unit mobil armada Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemkot Prabumulih dan 2 unit mobil pemadam dari PT Pertamina dikerahkan ke lokasi kejadian guna menjinakkan api agar tidak meluas ke area gereja dan rumah warga lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih, Sriyono, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan kekuatan penuh begitu menerima laporan darurat dari masyarakat.

"Kebakaran ini menghanguskan total enam pintu rumah bedeng. Karena materialnya dari kayu, api memang sangat cepat melalap struktur bangunan. Sebanyak 22 personel petugas gabungan kami terjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan penanggulangan dan pembasahan," jelas Sriyono kepada wartawan, Senin (8/6/2026).

Meski dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, kerugian materil yang diderita oleh keenam keluarga tersebut ditaksir sangat besar, yakni masing-masing mencapai Rp 40 juta lebih.

Pascakejadian, jajaran Polsek Prabumulih Barat yang terdiri dari Unit Intelkam, Piket SPKT, dan Unit Reskrim langsung tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memasang garis polisi, serta menghimpun keterangan para saksi guna memastikan penyebab utama kebakaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.