Gus Salam Soroti Pentingnya Khidmah dan Integritas Dalam Memajukan NU
Dwi Rizki June 08, 2026 09:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, yakni KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, mengapresiasi kekompakan dan soliditas pengurus NU di Bengkulu saat bersilaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-Provinsi Bengkulu.

Dalam kunjungannya yang didampingi sejumlah masyayikh dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dan Lirboyo Kediri, Gus Salam menilai semangat pengurus NU di Bengkulu menjadi modal penting untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sebelum menghadiri forum silaturahmi yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Gus Salam mengaku senang dapat berkunjung ke Bumi Raflesia dan bertemu langsung dengan pengurus NU di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, setelah dari Makasar kemarin, sholat jum’at disana dan menikmati Coto Makasar, saat ini saya ingin merasakan nikmatnya lauk pendap dan kue lepek binti, khas Bengkulu,” kata Gus Salam dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Trump Tinggalkan Wawancara TV Secara Mendadak Usai Berdebat Soal Klaim Kecurangan Pemilu AS

“Tadi sudah dijamu makan KH Ali Shodiq Ahmad, Katib PWNU, di kediaman beliau. Luar biasa, kehormatan bagi kami bisa makan bersama keluarga beliau di pesantren Hidayatul Qomariyah,” tambahnya.

Forum silaturahmi itu dihadiri Ketua PWNU Bengkulu, para rais syuriah, serta ketua PCNU dari seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.

Usai forum, Gus Salam menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pengurus yang hadir, termasuk dari daerah terjauh seperti Mukomuko.

“Kekompakan dan soliditas pengurus NU dari PWNU dan PCNU se-Bengkulu, bisa menjadi inspirasi sekaligus teladan bagi PBNU dan PWNU lain dalam mengelola organisasi,” ujar Gus Salam.

Menurutnya, tingginya semangat dan komitmen pengurus dalam berkhidmah menunjukkan kesungguhan untuk memajukan organisasi dan melayani masyarakat.

“Semangat dan komitmen berkhidmah NU untuk memajukan pelayanan kepada nahdliyyin dan masyarakat, sangat tinggi. Disamping itu, Bengkulu secara geografis, berada di sepanjang bukit Barisan dan Samudera Hindia menjadi potensi yang sangat besar untuk dikelola,” katanya.

Ia menambahkan, potensi tersebut perlu didukung dengan pendampingan dan penguatan dari PBNU agar berbagai inisiatif pelayanan berbasis kearifan lokal dapat berkembang.

“Jadi, kemajuan NU di Bengkulu membutuhkan keseriusan PBNU untuk memfasilitasi, mendampingi dan menguatkan seluruh inisiatif pengkhidmatan pengurus jam’iyyah kepada masyarakat berbasis kearifan dan potensi lokal,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah pengurus PCNU juga menyampaikan pandangan terkait dinamika organisasi NU. Mereka berharap kepemimpinan PBNU ke depan diisi oleh figur yang memiliki komitmen penuh dalam berkhidmah dan membesarkan jam’iyyah.

Beberapa peserta turut menyoroti persoalan penunjukan pengurus karateker serta isu-isu lain yang dinilai memengaruhi kehidupan organisasi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Salam mengatakan dirinya memahami keresahan yang disampaikan para pengurus daerah.

Menurutnya, harapan terhadap perbaikan organisasi tidak hanya datang dari Bengkulu, tetapi juga dirasakan oleh nahdliyin di berbagai wilayah.

“Karenanya, kekompakan dan soliditas NU Bengkulu, bisa menjadi pelopor. Dari Bengkulu untuk PBNU baru yang solid, berintegritas dan tulus melayani demi kemashlahatan umat, masyarakat dan bernegara-bangsa,” pungkas Gus Salam. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.