BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kenaikan harga cabai rawit Hiyung membawa angin segar bagi petani di Kabupaten Tapin.
Setelah beberapa waktu berada di kisaran Rp 70 ribu per kilogram, kini harga cabai Hiyung di tingkat petani mencapai Rp 90 ribu per kilogram.
Petani cabai rawit Hiyung, Junaidi, mengaku bersyukur dengan kenaikan harga tersebut karena memberikan tambahan pendapatan bagi para petani yang sedang memasuki masa panen.
"Alhamdulillah, harga cabai Hiyung sekarang naik menjadi Rp 90 ribu per kilogram di tingkat petani. Untuk cabai yang masih mentah dijual sekitar Rp 60 ribu per kilogram," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Menurut Junaidi, panen yang berlangsung hari ini merupakan hasil tanam pada Februari 2026. Sedikitnya ada sekitar 10 petani yang melakukan panen cabai Hiyung secara bersamaan.
Namun, proses panen kali ini tidak berjalan sepenuhnya lancar karena terkendala cuaca hujan yang masih sering turun di wilayah setempat.
Baca juga: Penggeledahan Kantor ESDM Kalsel Terkait Kasus Pemerasan IUP di Tabalong, Berlangsung Hingga Malam
Meski demikian, hasil panen tetap terserap pasar dengan baik. Bahkan, stok cabai hampir tidak pernah mengendap karena langsung habis terjual setelah dipanen.
"Tidak ada stok. Setelah dipanen langsung habis terjual," katanya.
Junaidi menjelaskan, kenaikan harga dipengaruhi terbatasnya pasokan cabai di pasaran. Saat ini jumlah petani yang memasuki masa panen belum banyak sehingga ketersediaan barang masih relatif sedikit.
"Panennya belum banyak. Biasanya kalau mulai masa panen dan pasokan masih terbatas, harga ikut naik," jelasnya.
Cabai Hiyung hasil panen petani Tapin tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, hingga Pasar Rantau.
Sementara itu, harga cabai Hiyung di pasar harian Keraton tercatat lebih tinggi dibandingkan harga di tingkat petani.
Komoditas unggulan Tapin tersebut dijual sekitar Rp 115 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram kepada konsumen.
Kondisi ini membuat petani berharap harga dapat tetap stabil dalam beberapa waktu ke depan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani cabai Hiyung yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas khas Kabupaten Tapin. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)