Rumah di Sleman Diteror Api Misterius 113 Kali, Warga Alami Kerugian Puluhan Juta dan Trauma
M Zulkodri June 08, 2026 10:36 PM

 

POSBELITUNG.CO--Fenomena kemunculan api misterius di rumah milik Agusyani Mujiyanto di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, masih menyisakan tanda tanya besar.

Peristiwa yang telah berlangsung lebih dari dua pekan itu tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga tekanan psikologis bagi penghuni rumah.

Hingga Senin (8/6/2026), titik api dilaporkan telah muncul sebanyak 113 kali dan membakar berbagai barang di dalam maupun sekitar rumah.

Salah satu penghuni rumah, H. Mutfiana, mengaku kondisi tersebut membuat keluarga kelelahan karena harus terus berjaga menghadapi kemunculan api yang datang secara tiba-tiba.

“Semoga segera selesai. Semoga ketemu titik permasalahannya seperti apa,” ujar Mutfiana.

Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Selain tekanan psikologis, keluarga juga mengalami kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Berdasarkan pendataan sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta.

Berbagai barang rumah tangga dilaporkan hangus terbakar, mulai dari pakaian, kasur, perabot rumah, kayu, tas, kardus, hingga gulungan kabel listrik.

Sejak pertama kali muncul pada Sabtu (23/5/2026), api terus muncul secara berulang di berbagai titik rumah.

Pada beberapa kejadian, api bahkan merambat hingga ke rumah kontrakan milik tetangga.

Pada Jumat (5/6/2026), tercatat enam titik api muncul dalam satu hari, sementara pada hari lain intensitasnya sempat mencapai 10 titik api.

Usaha Keluarga Ikut Terganggu

Dampak fenomena ini tidak hanya merusak rumah tinggal, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi keluarga.

Rumah tersebut juga digunakan sebagai lokasi usaha pemotongan ayam.

Akibat kondisi yang tidak menentu, aktivitas usaha terpaksa berhenti dan tidak dapat berjalan normal.

Keluarga juga harus terus siaga mengawasi kemungkinan munculnya api baru.

Warga Alami Kelelahan Fisik dan Psikis

Selama lebih dari dua pekan, keluarga hidup dalam kondisi waspada tinggi.

Mereka harus berjaga hampir setiap hari karena api dapat muncul secara tiba-tiba di berbagai sudut rumah.

Meski dalam beberapa hari terakhir intensitas kemunculan api mulai menurun, kewaspadaan tetap dilakukan karena titik api masih sesekali muncul.

Pada Minggu (7/6/2026), misalnya, masih tercatat dua titik api yang membakar dapur belakang dan tumpukan kayu di halaman rumah.

Penelitian Libatkan Banyak Lembaga

Sejumlah lembaga telah diterjunkan untuk menyelidiki fenomena ini, termasuk UGM, UPN Veteran Yogyakarta, BPPTKG, BRIN, Tim Gegana Polda DIY, dan BPBD Sleman.

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan adanya indikasi retakan bawah tanah berdasarkan hasil pemindaian georadar di lokasi kejadian.

Koordinator Peneliti Laboratorium Geofisika Eksplorasi UGM, Saptono Budi Samudro, menyebut terdapat pola retakan hingga kedalaman sekitar 15–20 meter.

Menurutnya, retakan tersebut berpotensi menjadi jalur migrasi gas dari bawah tanah ke permukaan, meski hal itu masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

“Bisa jadi hanya retakan tapi belum tentu ada gasnya. Maka sumber gasnya harus ditemukan dulu,” jelasnya.

Masih Menunggu Kepastian Ilmiah

Meski sejumlah temuan awal telah diperoleh, penyebab pasti kemunculan api misterius ini masih dalam tahap penelitian lanjutan, termasuk rencana uji geolistrik dan pengeboran.

Sementara itu, keluarga berharap hasil penelitian segera menemukan titik terang agar kehidupan mereka dapat kembali normal tanpa teror api yang terus berulang.

“Kami hanya berharap teror ini segera berakhir,” tutup Mutfiana.(*)

Sumber: Kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.