Dana Telat Cair, 3.249 Penerima MBG di Air Mesu Timur Tak Terlayani Sehari
Asmadi Pandapotan Siregar June 08, 2026 10:40 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Mesu Timur terpaksa tidak beroperasional pada Selasa (9/6/2026) besok. 

Meski hanya satu hari, setidaknya sebanyak 3.249 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan SPPG tersebut terpaksa 'gigit jari' akibat penghentian sementara itu.

Data penerima manfaat itu setidaknya tercatat pada Januari 2026 lalu.

Ribuan penerima manfaat tersebut tersebar di tiga desa, antara lain Desa Air Mesu Timur, Air Mesu, dan Desa Jeruk.

"Dananya memang cair sore tadi. Tapi tidak mungkin langsung digunakan. Supplier juga perlu waktu untuk menyiapkan bahan. Misalnya ayam harus dipotong ribuan porsi, sayur harus disiapkan, jadi sangat mendadak dan tidak memungkinkan untuk distribusi besok pagi," kata Kepala SPPG Air Mesu Timur, Ade Meza, kepada Bangkapos.com, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Breaking News: Besok SPPG Air Mesu Timur Setop Satu Hari

Hal itu tidak terlepas dari kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk melakukan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pada Senin kami masih distribusi seperti biasa. Namun setelah dihitung, dana yang tersisa hanya sedikit. Dengan jumlah tersebut kami tidak memungkinkan lagi untuk melakukan pengadaan bahan baku dalam jumlah besar," kata Ade.

Ia menjelaskan sesuai arahan yang diterima, operasional dapur tidak diperbolehkan berjalan apabila ketersediaan dana sudah berada di bawah batas minimal yang ditentukan.

Karena itu, pihaknya memutuskan menginformasikan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat bahwa distribusi makanan untuk Selasa terpaksa dihentikan sementara hingga ada kepastian pencairan dana dari pusat.

"Awalnya kami sudah menyampaikan bahwa untuk besok tidak ada distribusi sampai ada informasi lebih lanjut atau sampai dana kembali cair," ujarnya.

Namun secara tidak terduga, dana operasional baru masuk ke rekening virtual account dapur pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut Ade, apabila pencairan dana tidak kunjung dilakukan, pihaknya sebenarnya telah menyiapkan sejumlah opsi, termasuk melakukan penyesuaian menu menggunakan bahan baku yang lebih mudah diperoleh dari pemasok.

Ia bahkan telah mengarahkan ahli gizi untuk menyiapkan alternatif menu dengan bahan yang lebih mudah didapat seperti beku, tahu, serta sayuran yang tersedia di pasaran apabila dana datang secara tiba tiba.

"Kami sudah menyiapkan skenario jika dana belum cair akan di hentikan hingga hari Jumat. Apabila dana cair di pagi atau siang hari menu akan dibuat lebih sederhana dengan bahan yang mudah didapat agar distribusi tetap bisa berjalan," katanya.

Ade memastikan distribusi MBG di wilayah Air Mesu Timur akan kembali berjalan mulai Rabu (10/6/2026) setelah seluruh kebutuhan bahan baku berhasil dipenuhi.

Ia menyebut keterlambatan pencairan dana kali ini merupakan kejadian pertama sejak dapur MBG yang dipimpinnya beroperasi sekitar delapan bulan lalu.

"Selama delapan bulan berjalan, baru kali ini kami mengalami kendala seperti ini. Sebelumnya tidak pernah sampai menghentikan distribusi karena persoalan pencairan dana," ujarnya.

Menurut Ade, berdasarkan informasi yang diterimanya, keterlambatan pencairan dana tidak hanya terjadi di Bangka Belitung, tetapi juga dialami sejumlah SPPG di berbagai daerah di Indonesia.

"Hampir di banyak daerah juga mengalami keterlambatan pencairan. Kemungkinan ada proses penyesuaian atau transisi administrasi dari pusat," katanya. (Bangkapos.com/Erlangga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.