Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Kepala Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Vinsensius Keli Papa akhirnya buka suara terkait pengrusakan fasilitas SD Negeri Wolomoni untuk pembangunan gedung KDMP di belakang sekolah itu.
Vinsensius yang dikonfirmasi sejak Sabtu (6/6/2026) hingga Senin (8/6/2026) pagi enggan memberi komentar.
TribunFlores.com akhirnya mendapatkan video klarifikasi Kepala Desa Niowula melalui sumber terpercaya pada Senin (8/6/2026) sore.
Mengawali penjelasannya, Ia mengakui adanya kekeliruan dalam teknis pelaksanaan di lapangan sehingga muncullah polemik di tengah masyarakat.
Baca juga: Polemik Pembangunan KDKMP di Ende, Kadiskop NTT: Pintar-pintarlah Bupati Ende Bangun Komunikasi
"Tidak ada niat kami untuk menggusur atau mengganti bangunan sekolah untuk mendirikan KDMP, yang terlihat di media adalah kami berupaya untuk akses masuk, itu merupakan jalan desa, kebetulan jalan desa itu mepet dengan bangunan sekolah, karena tidak ada jalan alternatif lain untuk menyebrangkan alat berat, hanya jalan itu satu-satunya," jelasnya.
Meski mengetahui adanya risiko yang akan dihadapi, ia mengatakan, terpaksa mengambil risiko yang paling kecil dengan melakukan pengerusakan lantai sekolah dan pemotongan tiang besi penyangga bangunan SD Negeri Wolomoni.
Untuk diketahui, pada tanggal 19 Mei 2026 lalu telah dilaksanakan rapat antara pihak sekolah, pemerintah desa, pemerintah kecamatan Detusoko, mosalaki dan beberapa pihak lainnya telah disepakati untuk tidak membangun gedung KDMP di belakang sekolah tersebut dan meminta kepala desa untuk mencari lokasi lain.
"Tapi murni itu adalah jalan desa, jadi kalau melihat ada garukan atau ada pergerakan alat berat untuk menggaruk tanah, itu untuk menghindari atap sekolah yang terlampau ke jalan desa," ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat Desa Niowula tentang pentingnya pembangunan KDMP untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan mendukung program pemerintah pusat.
"Program dari pemerintah tentunya baik tapi mungkin pelaksanaan di lapangan yang masih kurang tertata dengan rapi, saya sebagai kepala desa saya akui pelaksanaan di lapangan masih kurang bersinergi dengan baik dengan semua pihak," tandasnya.
Ia mengaku, sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah
Atas kejadian itu, Vinsensius Keli Papa juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende khususnya masyarakat Desa Niawula dan berjanji akan memperbaiki kerusakan tersebut.
Saat ini, lantai yang rusak akibat digusur alat berat dan tiang besi penyangga bangunan SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, yang sebelumnya dipotong oleh oknum anggota Babinsa, kini telah diperbaiki kembali pada Minggu (7/6/2026).
Meski hasil perbaikannya disebut tidak sepenuhnya sama seperti kondisi semula, lantai teras yang berada tepat di depan ruang kelas V SD Negeri Wolomoni sudah kembali diperbaiki.
Selain itu, tiang besi penyangga bangunan yang sempat dipotong juga telah dilas kembali.
Untuk informasi, berdasarkan hasil rapat pada tanggal 19 Mei 2026 lalu, lokasi pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di belakang SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende sebelumnya dibatalkan dan dinyatakan tidak layak.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu saat itu menyepakati kepala desa bersama perangkatnya mencari lokasi lain.
Hasil rapat ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu, Sabtu (6/6/2026) siang pasca penggusuran di SD Negeri Wolomoni.
Lokasi yang mereka ambil itu di belakang SDN Wolomoni itu adalah lokasi sekolah yang merupakan aset pemerintah daerah, pada saat rapat bersama dengan orang tua murid, komite, tokoh masyarakat, pemilik lahan, anggota Koramil mungkin ada dua orang terus dari staf Kacamatan Detusoko, saya yang pimpin pertemuan dan setelah kami melakukan survei lokasi ternyata lokasi itu sangat tidak layak untuk pembangunan gedung KDMP.
"Karena lokasi yang bisa untuk pengembangan sekolah kedepan satu-satunya hanya di tempat itu, karena kita sudah berpikir kedepan untuk pengembangan peningkatan pendidikan dan sumber daya anak-anak kita disana itu dengan membangun perpustakaan, rumah dinas dan pengembangan pelatihan anak-anak di lokasi yang kecil itu," terang Venan Minggu
Dalam pertemuan itu disepakati Kelapa Desa Niowula bersama tokoh masyarakat setempat untuk mencari lokasi lain.
"Nah bahwa ada penggusuran itu, itu diluar keputusan yang sudah dibuat bersama masyarakat, siapa yang punya inisiatif untuk gusur disitu, mereka gusur atas perintah siapa?," tegasnya.
Dalam rapat itu, kata Venan, Kepala Desa Niowula, Vinsensius Keli Papa ngotot mempertahankan gedung KDMP tepat dibangun di belakang SD Negeri Wolomoni. (bet)