Cerita Bursah Zarnubi Soal Kepulangannya Pimpin Lahat Sebagai 'Kecelakaan'
Adi Suhendi June 08, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kembali ke daerah asal setelah puluhan tahun berkiprah di kancah politik nasional bukanlah perkara sederhana bagi seorang Bursah Zarnubi.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini secara blak-blakan menyebut keputusannya maju dan terpilih sebagai Bupati Lahat, Sumatera Selatan, sebagai sebuah ‘kecelakaan’ hidup yang indah.

Bursah mengungkapkan dirinya sama sekali tidak memiliki rencana atau ambisi politik untuk memimpin daerah.

Di usianya yang telah menginjak 66 tahun pada tahun lalu, mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) ini justru tengah bersiap-siap untuk pensiun dan beristirahat dari riuh rendah dunia politik tanah air.

"Sebenarnya ini kecelakaan. Saya tidak ada niat lagi untuk menjadi kepala daerah karena umur saya setahun lalu itu sudah 66 tahun. Bagi saya, usia 66 tahun itu adalah masa untuk mulai beristirahat dari aktivitas politik praktis," ungkap Bursah.

Baca juga: Bursah Zarnubi: Buruh Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Namun, Bursah meyakini bahwa perjalanan hidup manusia kerap kali diwarnai takdir yang tidak terduga.

Ia mengistilahkan keputusannya ini sebagai bagian dari misteri kehidupan yang digariskan Sang Pencipta.

Dorongan kuat dari lingkungan sosial, tokoh masyarakat, serta keluarga besar di tanah kelahirannya, Lahat, akhirnya meruntuhkan ego pribadinya untuk beristirahat.

"Hidup ini memang penuh misteri. Tiba-tiba lingkungan sosial di kampung halaman mengajak dan meminta saya untuk kembali menata pembangunan di Lahat agar bisa lebih maju. Karena ini tanah kelahiran, timbul tanggung jawab moral yang besar di dalam diri saya untuk mengabdikan sisa usia ini bagi masyarakat Lahat,"
ujarnya.

Meski tidak lagi muda, Bursah membawa visi besar untuk mentransformasi Kabupaten Lahat menjadi daerah percontohan, khususnya di sektor mutu pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta optimalisasi sektor perkebunan dan pertanian.

Baca juga: Tinjau Pelaksanaan MBG, Bursah Zarnubi: Awasi Jam Masaknya, Jaga Kualitas Bahan, Jangan Sampai Basi

Satu hal menarik yang disoroti dalam kepemimpinannya di Lahat adalah keputusannya menggandeng wakil bupati yang berusia sangat muda, yakni 29 tahun.

Perbedaan usia hingga 37 tahun di antara keduanya dinilai Bursah sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan kepemimpinan masa depan di daerah tersebut.

"Wakil saya umurnya 29 tahun, jarak usianya dengan saya 37 tahun. Dia sangat cerdas (smart). Sengaja saya gandeng anak muda agar sejak awal kita bisa melatih dan menyiapkan suksesor pemimpin Lahat yang kompeten di masa depan," jelas Bursah.

Bursah pun tidak memungkiri bahwa dinamika politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan dengan Pilkada belasan tahun lalu.

Menghadapi realitas politik hari ini, ia mengaku membutuhkan keyakinan kuat, mental baja, dan sedikit modal kenekatan.

"Menjadi kepala daerah sekarang tidak semudah 15 tahun lalu. Dulu kita fokus pada program kampanye dan menata tim pemenangan saja. Sekarang, kita butuh 'brankas lain' untuk mendukung seluruh kebutuhan logistik operasional, mengakomodasi kebutuhan konsumsi massa, hingga mengumpulkan orang dalam jumlah besar untuk memenangkan pertarungan," pungkas Bursah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.