TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK- Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 4 Kandis berjalan lancar. Sekolah mencatat sekitar 40 calon peserta didik dan orang tua datang untuk berkonsultasi terkait pembuatan akun pendaftaran yang menjadi tahapan awal dalam proses penerimaan siswa baru.
Kepala SMAN 4 Kandis, Dadang Heru Dini, mengatakan, seluruh layanan yang disiapkan sekolah berjalan sesuai rencana. Tim panitia juga memberikan pendampingan kepada calon peserta didik yang masih mengalami kesulitan memahami mekanisme pendaftaran secara daring.
“Alhamdulillah, hari pertama SPMB berjalan lancar sesuai dengan yang telah kami persiapkan. Ada sekitar 40 orang yang datang berkonsultasi terkait pembuatan akun,” kata Dadang, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, jumlah konsultasi tersebut belum bisa dijadikan acuan untuk melihat jumlah pendaftar yang akan memilih SMAN 4 Kandis. Pasalnya, hingga 10 Juni mendatang proses masih berada pada tahap pembuatan akun.
“Belum bisa menjadi patokan apakah mereka nantinya mendaftar di SMAN 4 Kandis atau tidak. Namun biasanya calon siswa akan memilih sekolah tempat mereka melakukan konsultasi,” ujarnya.
Meski demikian, pihak sekolah optimistis jumlah pendaftar tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Indikasi tersebut terlihat dari bertambahnya anggota grup informasi SPMB yang dikelola sekolah.
“Hari ini anggota grup bertambah sekitar 15 orang. Kesimpulannya kami yakin jumlah pendaftar tahun ini meningkat, meskipun peningkatannya mungkin tidak terlalu signifikan,” ungkap Dadang.
Ia mengakui, masih banyak orang tua yang belum memahami teknis pendaftaran secara online. Karena itu, sekolah membuka layanan bantuan gratis berupa panduan pembuatan akun bagi calon peserta didik maupun wali murid.
“Banyak orang tua yang masih belum memahami proses pendaftaran online. Karena itu kami menyediakan layanan pendampingan gratis untuk membantu mereka membuat akun dan memahami tahapan yang harus dilalui,” jelasnya.
Selain itu, panitia juga menemukan sejumlah kesalahan dalam proses pengunggahan dokumen. Mayoritas calon peserta didik masih mengunggah berkas fotokopi, padahal sistem mensyaratkan dokumen asli yang dipindai.
“Yang harus diunggah adalah berkas asli, seperti akta kelahiran, ijazah atau surat keterangan lulus. Banyak yang masih mengunggah fotokopi sehingga kami arahkan untuk melakukan perbaikan,” katanya.
Hingga hari pertama pelaksanaan, pihak sekolah belum menerima laporan adanya gangguan sistem maupun kendala teknis yang berarti selama proses pembuatan akun berlangsung.
Dadang juga mengimbau orang tua dan calon peserta didik agar tidak terburu-buru atau panik setelah berhasil membuat akun. Ia meminta masyarakat mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Setelah pembuatan akun selesai, orang tua tidak perlu panik. Ikuti saja prosesnya. Saat masa pemilihan sekolah dibuka nanti, pilih jalur yang paling sesuai,” katanya.
Ia mengatakan, jika memiliki prestasi, gunakan jalur prestasi. Jika memenuhi syarat afirmasi, gunakan jalur afirmasi.
“Sementara bagi yang rumahnya dekat dengan sekolah, sebaiknya memanfaatkan jalur domisili,” tutupnya. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)