Dilantik Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Tegaskan Lagi Efisiensi-Moratorium SPPG
GH News June 09, 2026 08:08 AM
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Senin (8/6/2026). Selain mengingatkan soal kejujuran, Nanik kembali menegaskan sikap soal efisiensi anggaran.

Dalam memimpin BGN, Nanik akan dibantu oleh dua Wakil Kepala BGN yakni Agustina Arumsari dan Trenggono.

"Langkah kami adalah pertama-tama, seperti yang berapa waktu lalu kami sampaikan, kami concern terhadap efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini," kata Nanik usai dilantik di Istana Presiden, Jakarta Pusat..

"Tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kami berikan gizi. Efisiensi ini kami lakukan pertama melalui moratorium, ini bukan titik baru, tapi juga dapur-dapur baru," sambungnya.

Berdasarkan virtual account, saat ini ada sekitar 27.877 dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Nanik menegaskan bahwa BGN belum akan menambah lagi dapur tambahan.

"Kami hentikan di situ, kami akan tata, apakah dapur ini melayani ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada, atau sebetulnya malah kelebihan?" kata Nanik.

"Artinya kami tidak buka yang baru dulu, maupun pendaftarannya. Jadi kami mau menata," lanjutnya.

Langkah selanjutnya adalah refocusing untuk memastikan apakah penerima manfaat MBG ini sudah sesuai kepada anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi.

"Apakah 63 juta yang sekarang ada ini, bener butuh? Atau sebetulnya bisa dikurangi, nanti kami tambah dari yang belum memperoleh," katanya.

Mengontrol kualitas makanan, juga menjadi fokus dari Nanik. Ia ingin melihat apakah dapur sesuai dengan petunjuk teknis atau tidak.

"Terakhir untuk 3T, ini kami akan mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN, mencoba. Tetapi tadi belum ke sini sudah didemo. Rupanya ada investor yang sudah membangun 3T," kata Nanik.

"Kami akan selesaikan bagaimana sebaiknya. Tapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap investor, kami akan coba kerja sama atau bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN, atau hibah luar negeri, atau di tempat itu ada perusahaan besar yang investasi," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.