Tribunlampung.co.id, Bandung - Isi curahan hati (curhat) Taufik Hidayat (30) mengenai lika-liku hubungan asmaranya dengan sang kekasih, Yuvita Tri Rezeki (29), akhirnya dibongkar habis oleh mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail (53).
Baca juga: Sosok yang Buat Taufik Hidayat Akhirnya Ditangkap, Si Pria Biadab Sempat Ketakutan
Lewat pengakuan Dadang, terkuak fakta baru yang mengejutkan mengenai keberadaan tato di bagian intim tubuh korban yang diklaim sebagai tanda cinta mati kepada pelaku.
Pengakuan sepihak dari mulut Taufik tersebut sempat diceritakan secara berkala kepada Dadang sepanjang periode kerja mereka pada tahun 2023 hingga 2024.
Menurut penuturan pelaku saat itu, korban bahkan rela merajah kulitnya sendiri demi membuktikan kesetiaan di tengah badai cemburu yang menguji hubungan mereka.
Selingkar cerita masa lalu ini meluncur dari mulut Dadang usai Taufik resmi menyerahkan diri ke aparat Polda Jabar di kediamannya di Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026).
Dadang mengaku, selama Taufik bekerja di bawah komandonya, pria beringas itu memang kerap menjadikan sosok Yuvita sebagai topik obrolan utama saat sedang beristirahat.
"Menurut pengakuan Taufik Hidayat, hubungan dengan perempuan itu sempat tidak baik. Kata dia, perempuan itu sempat berhubungan dengan laki-laki lain, di situ akhirnya Taufik cemburu. Akhirnya mereka memutuskan untuk ngontrak bareng," ungkap Dadang menirukan curhatan mantan anak buahnya, Rabu (24/6/2026), dilansir TribunJabar.id.
Menariknya, Taufik selalu menarasikan seolah-olah korbanlah yang sangat terobsesi mengejar cintanya. Kepada Dadang, pelaku berdalih bahwa keputusan untuk hidup bersama di dalam satu kamar kontrakan merupakan murni permintaan dari Yuvita sendiri.
"Kata pengakuan Taufik, yang minta ngontrak bareng itu perempuannya. Bahkan saking ingin bersamanya dengan Taufik, perempuan itu sampai pasang tato. Katanya ditato di bagian tangan dan bahkan ada di dada," ucap Dadang meneruskan kesaksiannya.
Selain urusan rajah tubuh, Taufik juga sempat menyisipkan alibi lain terkait kondisi kesehatan mata Yuvita yang belakangan diketahui buta total akibat disiksa.
Kepada rekan kerja dan atasannya terdahulu, pelaku mencoba menutupi aksi brutalnya dengan berbohong bahwa pacarnya memang memiliki gangguan penglihatan bawaan yang sangat parah sejak lama.
"Perempuan itu, kata Taufik, minusnya sudah besar dari dulu. Jadi penglihatannya memang kurang jelas, sehingga berhenti kerja. Akhirnya ngontrak berdua dan saat ngontrak itu, kata Taufik, dia sendiri yang membanting tulang mencari nafkah," ujarnya.
Demi meyakinkan lingkungan sekitar agar tidak menaruh curiga saat mereka tinggal satu atap, Taufik bahkan nekat mengarang cerita bohong, bahwa dirinya telah resmi menghalalkan Yuvita melalui jalur pernikahan di bawah tangan alias nikah siri.
"Waktu itu sempat ditanya sama yang lain, apakah sudah menikah atau belum. Kata dia sudah menikah siri, bayar Rp300 ribu. Tapi katanya surat-surat atau dokumen nikah sirinya itu ditinggal di daerah Garut," cetus Dadang.
Kendati demikian, Dadang menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui sejauh mana kadar kebenaran dari seluruh dongeng yang diucapkan oleh mantan karyawannya tersebut.
Sebab bagi Dadang, semua informasi itu hanyalah sebatas obrolan angin lalu di warung kopi sebelum kedok kebiadaban Taufik yang tega menyekap dan menganiaya Yuvita selama bertahun-tahun akhirnya terbongkar luas ke ranah publik.